Hari Pertama TKA SMP 2026 di Surabaya Lancar, Dispendik Pastikan Pengawasan Ketat

1 day ago 10

Surabaya (pilar.id) – Pelaksanaan hari pertama Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat SMP tahun 2026 di Surabaya berlangsung lancar dan kondusif. Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Pendidikan memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan dengan pengawasan ketat guna menjaga integritas ujian.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, melakukan pemantauan langsung ke sejumlah sekolah sejak pagi hari. Beberapa lokasi yang ditinjau antara lain SMP Negeri 1, SMP Negeri 3, SMP Negeri 5, dan SMP Negeri 32 Surabaya. Hasil monitoring menunjukkan pelaksanaan ujian berjalan tertib tanpa kendala berarti.

TKA SMP merupakan evaluasi capaian akademik siswa yang dilaksanakan secara nasional pada 6 hingga 16 April 2026, mengacu pada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui regulasi terbaru. Sistem ini menjadi bagian dari transformasi penilaian pendidikan yang menggantikan pola Ujian Nasional sebelumnya.

Berbeda dengan sistem lama, pelaksanaan TKA tidak meliburkan siswa lain di luar peserta ujian. Skema berbasis sesi memungkinkan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan normal karena ujian hanya menggunakan fasilitas laboratorium komputer sekolah secara bergantian.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Surabaya, sebanyak 321 lembaga pendidikan mengikuti TKA tahun ini dengan total peserta mencapai 33.352 siswa. Untuk mendukung kelancaran, disiapkan 677 laboratorium komputer serta 1.118 pengawas ruang yang bertugas selama ujian berlangsung.

Pengawasan menjadi aspek utama dalam pelaksanaan TKA. Dispendik menerapkan sistem pengawasan silang dengan melibatkan guru dari sekolah berbeda guna meminimalkan potensi pelanggaran. Selain itu, aturan ketat diberlakukan terhadap barang bawaan peserta. Siswa hanya diperkenankan membawa identitas diri ke dalam ruang ujian, sementara tas, telepon genggam, dan perlengkapan lain disimpan di ruang khusus.

Pengaturan waktu antar sesi juga dilakukan secara disiplin untuk mencegah interaksi antar peserta yang dapat memengaruhi objektivitas ujian. Mekanisme ini dinilai efektif dalam menjaga kredibilitas pelaksanaan TKA di seluruh sekolah.

Di sisi lain, pemerintah juga telah menyiapkan skema ujian susulan bagi siswa yang berhalangan hadir, seperti karena sakit. Jadwal susulan telah ditetapkan oleh kementerian pada pertengahan April hingga Mei 2026, sehingga seluruh peserta tetap memiliki kesempatan mengikuti evaluasi secara adil.

Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan suasana pelaksanaan ujian berlangsung tertib, baik di sekolah negeri maupun swasta. Dukungan orang tua juga terlihat dengan kehadiran mereka di sejumlah sekolah untuk memberikan semangat kepada siswa sebelum memasuki ruang ujian.

Secara keseluruhan, pelaksanaan hari pertama TKA SMP 2026 di Surabaya mencerminkan kesiapan sistem pendidikan daerah dalam menjalankan kebijakan evaluasi nasional yang lebih adaptif dan modern, sekaligus menjaga prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam proses penilaian. (usm/hdl)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |