Ringkasan Berita
- ZTE dan MyRepublic Indonesia meluncurkan Project Ascend di Jakarta, Februari 2026.
- Proyek menghadirkan layanan 5G Fixed Wireless Access (FWA) melalui MyRepublic Air.
- Memanfaatkan spektrum 1,4 GHz hasil lelang pemerintah.
- Ekspansi mencakup Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara.
- ZTE menyediakan solusi jaringan end-to-end untuk percepatan implementasi.
- Inisiatif ini mendukung pemerataan akses digital dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Jakarta (pilar.id) – ZTE Corporation resmi menjalin kemitraan strategis dengan MyRepublic Indonesia melalui peluncuran Project Ascend, sebuah inisiatif untuk memperluas akses broadband berkecepatan tinggi berbasis 5G Fixed Wireless Access (FWA) di Indonesia.
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dilakukan di Jakarta pada Februari 2026. Kolaborasi ini menjadi langkah konkret dalam mempercepat pemerataan konektivitas digital, khususnya di wilayah luar pusat perkotaan.
Manfaatkan Spektrum 1,4 GHz untuk 5G FWA
Project Ascend akan menghadirkan layanan MyRepublic Air, berbasis teknologi 5G FWA end-to-end dari ZTE. Implementasi jaringan memanfaatkan pita frekuensi 1,4 GHz yang diperoleh MyRepublic Indonesia melalui proses lelang yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia.
Pemanfaatan spektrum 1,4 GHz dinilai efektif untuk menjangkau wilayah dengan kepadatan menengah hingga rendah, sekaligus melengkapi infrastruktur fiber optik yang telah ada. Strategi ini memungkinkan perluasan layanan broadband tanpa ketergantungan penuh pada pembangunan jaringan kabel.
Wilayah ekspansi yang direncanakan mencakup Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Bali, hingga Nusa Tenggara. Fokus utama adalah menghadirkan konektivitas yang lebih merata guna mendukung pertumbuhan ekonomi digital di berbagai daerah.
Dukung Agenda Transformasi Digital Nasional
Perluasan infrastruktur broadband sejalan dengan agenda transformasi digital nasional. Akses internet yang andal kini menjadi fondasi bagi sektor pendidikan, layanan keuangan, kesehatan, UMKM, serta layanan publik lainnya.
Chief Technology Officer MyRepublic Indonesia, Hendra Gunawan, menegaskan bahwa broadband telah menjadi kebutuhan esensial. Menurutnya, kemitraan dengan ZTE bertujuan menghadirkan akses internet yang andal dan terjangkau bagi masyarakat yang belum terlayani optimal.
Sementara itu, President Director ZTE Indonesia, Richard Liang, menyebut kolaborasi ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekosistem digital nasional. Ia menilai kombinasi jangkauan pasar MyRepublic dan kapabilitas teknologi global ZTE dapat mendorong pertumbuhan digital yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Solusi End-to-End untuk Jaringan Skala Nasional
Sebagai mitra teknologi, ZTE menyediakan solusi jaringan terintegrasi mencakup Radio Access Network (RAN), Customer Premises Equipment (CPE), core network, wireless backhaul, hingga sistem kelistrikan.
Pendekatan end-to-end ini dirancang untuk mempercepat implementasi jaringan, memastikan efisiensi operasional, serta mendukung skalabilitas seiring meningkatnya kebutuhan trafik data di masa depan.
Saat ini, MyRepublic Indonesia telah menghadirkan layanan fiber optik di 162 kota dan kabupaten di Indonesia. Dengan tambahan jaringan 5G FWA melalui Project Ascend, perusahaan memperluas portofolio layanan konektivitasnya, baik melalui Fiber to the Home (FTTH) maupun jaringan nirkabel.
Perkuat Daya Saing dan Pembangunan Berkelanjutan
Kolaborasi ZTE dan MyRepublic Indonesia diharapkan mampu memperkuat daya saing regional sekaligus mendukung pembangunan nasional berkelanjutan. Infrastruktur digital yang inklusif menjadi faktor kunci dalam mempersempit kesenjangan akses internet antarwilayah.
Dengan dukungan teknologi 5G FWA berbasis spektrum 1,4 GHz, Project Ascend diproyeksikan menjadi salah satu langkah strategis dalam mempercepat pemerataan akses broadband di Indonesia. (ret)

7 hours ago
6

















































