Kylian Mbappe Kecam Dugaan Rasisme ke Vinicius di Liga Champions, Desak UEFA Tindak Tegas

9 hours ago 6

Ringkasan Berita

  • Mbappe mengecam dugaan rasisme terhadap Vinicius dalam laga Real Madrid vs Benfica.
  • Insiden terjadi setelah gol Vinicius dan memicu aktivasi protokol anti-rasisme UEFA.
  • Pertandingan sempat dihentikan sekitar 10 menit.
  • Prestianni membantah tuduhan tersebut menurut Jose Mourinho.
  • UEFA dipastikan akan menyelidiki kasus dugaan rasisme ini.

Lisboa (pilar.id) – Laga Liga Champions antara Real Madrid dan Benfica di Estadio da Luz diwarnai insiden dugaan rasisme yang memicu reaksi keras dari kubu Los Blancos.

Bintang Real Madrid, Kylian Mbappe, secara terbuka mengecam tindakan yang diduga dilakukan winger Benfica, Gianluca Prestianni, terhadap Vinicius Junior.

Insiden terjadi tak lama setelah Vinicius mencetak gol pembuka untuk Real Madrid lewat sepakan keras ke sudut atas gawang pada awal babak kedua. Pemain asal Brasil itu kemudian menerima kartu kuning akibat selebrasi yang dianggap memancing reaksi penonton. Ketegangan di lapangan pun berlanjut, termasuk adu argumen dengan sejumlah pemain Benfica.

Protokol Anti-Rasisme UEFA Diaktifkan

Situasi memanas ketika Prestianni diduga melontarkan komentar bernuansa rasial kepada Vinicius. Sang pemain Real Madrid kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada wasit, yang selanjutnya mengaktifkan protokol anti-rasisme.

Pertandingan sempat dihentikan sekitar 10 menit sebelum akhirnya dilanjutkan kembali. Dalam momen tersebut, para pemain Real Madrid dilaporkan sempat mempertimbangkan untuk meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes.

Mbappe, yang terlihat emosional sepanjang insiden, menegaskan pentingnya sikap tegas terhadap tindakan rasisme, terutama di ajang sebesar Liga Champions. Ia menyebut kompetisi tersebut sebagai panggung global yang disaksikan jutaan orang dan harus menjadi contoh positif.

Tuduhan Ucapan Rasial

Usai pertandingan, Mbappe menyatakan bahwa Prestianni diduga mengucapkan kata bernada rasial berulang kali kepada Vinicius. Ia juga menyebut gestur dan ekspresi wajah pemain Benfica tersebut sebagai indikasi adanya pelanggaran serius.

Mbappe menilai tindakan semacam itu tidak pantas terjadi di kompetisi elite Eropa dan menyerahkan keputusan akhir kepada UEFA sebagai otoritas penyelenggara.

Di sisi lain, laporan menyebut bahwa Prestianni membantah tudingan tersebut. Pelatih Benfica, Jose Mourinho, mengungkapkan bahwa sang pemain menyatakan tidak mengucapkan kalimat yang dituduhkan kepadanya.

Bukan Kali Pertama bagi Vinicius

Insiden ini kembali menyoroti isu rasisme dalam sepak bola Eropa. Bagi Vinicius, dugaan pelecehan rasial bukan pengalaman pertama selama membela Real Madrid. Namun, kasus kali ini berbeda karena melibatkan tuduhan langsung terhadap pemain lawan di tengah pertandingan Liga Champions.

Dengan diaktifkannya protokol anti-rasisme, UEFA dipastikan akan melakukan investigasi menyeluruh terhadap insiden tersebut. Hasil penyelidikan berpotensi menentukan sanksi disiplin jika terbukti terjadi pelanggaran.

Sorotan Global terhadap Integritas Sepak Bola

Kasus ini menjadi pengingat bahwa isu diskriminasi masih menjadi tantangan serius dalam sepak bola modern. Di tengah sorotan global dan kemajuan kampanye anti-rasisme, insiden semacam ini berisiko mencoreng citra kompetisi elite Eropa.

Real Madrid sendiri tetap fokus menyelesaikan pertandingan dan mengamankan kemenangan. Namun, bagi Mbappe dan rekan-rekannya, pesan utama malam itu melampaui hasil laga: integritas dan penghormatan terhadap sesama pemain harus dijaga di setiap level kompetisi. (wid)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |