loading...
Dekan Fakultas Psikologi UP Prof. Dr. Awaluddin Tjalla, M.Pd. meresmikan jalur terusan untuk mahasiswa disabilitas.
JAKARTA - Sebelum terlahir ke dunia, esensi paling mendasar dari kehidupan sesungguhnya telah dimulai dari sebuah ketukan kecil, yakni gerak. Di dalam kegelapan rahim, seorang calon manusia menggeliat, berputar, dan menendang. Bergerak adalah proklamasi bahwa kita ada, kita hidup, dan kita berdaya. Ketika gerak itu berhenti secara absolut, di sanalah kehidupan turut purna. Nyatanya, manusia modern kerap melupakan kodrat biologis dan psikologis ini, membiarkan tubuhnya statis, dan mengunci jiwanya dalam kotak-kotak kejenuhan.
Kesadaran filosofis atas esensi gerak inilah yang berdenyut kencang di kampus Fakultas Psikologi Universitas Pancasila (UP). Bertepatan dengan hari jadinya yang ke-20 pada 7 Juni 2026, fakultas ini tidak sekadar merayakan angka kumulatif dua dekade di atas kertas akademis. Mereka memilih cara yang melampaui batas ruang kelas konvensional yakni menyelaraskan pikiran, perasaan, dan perilaku manusia melalui sebuah selebrasi kemanusiaan yang inklusif, kolaboratif, dan berdampak nyata.
Bekerja sama dengan alumni dan Sobat CIHO, sebuah komunitas progresif, Fakultas Psikologi UP menggelar Talkshow Spesial dan Pameran Interaktif bertajuk “Ketika Pikiran, Perasaan, dan Perilaku Selaras dalam Olahraga: Kesadaran Psikologi Olahraga dalam Mewujudkan Keseimbangan Diri”. Momentum ini sekaligus menandai babak baru komitmen mereka dalam meruntuhkan sekat-sekat pembatas bagi mereka yang selama ini terpinggirkan di dunia pendidikan tinggi.
Lebih dari Sekadar Akses: Komitmen Nyata Kampus Ramah Inklusi
Perayaan dua dekade ini diwujudkan lewat tindakan konkret yang langsung menyentuh jantung persoalan aksesibilitas. Fakultas Psikologi UP merenovasi secara total jalur terusan untuk mahasiswa disabilitas yang pertama kali dibangun pada tahun 2017 silam. Langkah ini bukan sekadar urusan semen dan beton, melainkan sebuah pernyataan sikap intelektual bahwa pendidikan tinggi harus ramah inklusi tanpa pengecualian. Hal ini merupakan wujud nyata pengabdian UP di usia yang ke-20, dirangkaikan dengan kegiatan akademik ilmiah dan pengabdian masyarakat guna menjaga mutu pembelajaran yang tinggi.
Dekan Fakultas Psikologi Universitas Pancasila, Prof. Dr. Awaluddin Tjalla, M.Pd., menegaskan bahwa langkah ini adalah bentuk komitmen yang tulus. Saat ini, telah ada dua mahasiswa disabilitas yang aktif menuntut ilmu di sana. Ke depan, fakultas tidak ingin tanggung-tanggung dalam merancang ruang hidup akademis yang adil.

















































