Bandung (pilar.id) – Primaya Hospital Group resmi memperluas ekspansi layanan kesehatannya di Jawa Barat dengan meresmikan Primaya Rajawali Hospital pada 16 April 2026. Peresmian ini menandai transformasi dari RS Rajawali menjadi rumah sakit terintegrasi berbasis Center of Excellence di Kota Bandung.
Langkah ini dilakukan untuk menjawab meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan berkualitas, khususnya di wilayah perkotaan dengan tren penyakit tidak menular yang terus meningkat. Pendekatan Center of Excellence memungkinkan penanganan pasien dilakukan secara multidisiplin dengan standar klinis yang lebih terukur dan terintegrasi.
Rumah sakit ini menghadirkan sejumlah layanan unggulan, seperti Oncology Center, Mother & Child Center, serta Trauma Center. Ke depan, pengembangan juga akan difokuskan pada Heart & Vascular Center, Brain & Neuro Center, serta Urology & Nephrology Center guna memperluas cakupan layanan spesialis.
Kehadiran fasilitas ini dinilai relevan dengan kondisi kesehatan di Jawa Barat. Data menunjukkan provinsi tersebut memiliki jumlah kasus kanker tertinggi di Indonesia, sementara prevalensi penyakit jantung juga termasuk yang tertinggi secara nasional. Kondisi ini mendorong kebutuhan akan layanan diagnostik dan terapi yang lebih komprehensif, termasuk imunoterapi dan kemoterapi untuk kanker serta layanan penanganan penyakit kardiovaskular.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menilai kehadiran rumah sakit ini dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan di kota tersebut. Ia menyebut tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan kesehatan di Bandung telah mencapai sekitar 85 persen dan diharapkan terus meningkat seiring hadirnya fasilitas modern berbasis teknologi.
CEO Primaya Hospital Group, Leona A. Karnali, menjelaskan bahwa transformasi ini bukan sekadar perubahan nama, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperluas akses layanan kesehatan yang inklusif dan berkualitas. Fokus utama diarahkan pada peningkatan sistem layanan, teknologi medis, serta standar klinis agar pasien mendapatkan penanganan yang tepat sesuai kebutuhan.
Dari sisi fasilitas, Primaya Rajawali Hospital dilengkapi 20 poliklinik dan kapasitas 102 tempat tidur, termasuk layanan intensif seperti ICU, NICU, PICU, dan HCU. Rumah sakit ini juga didukung puluhan dokter spesialis dan subspesialis serta teknologi medis modern, termasuk endoskopi dan pengembangan tindakan bedah minimal invasif.
Direktur rumah sakit, Budiyanto, menyampaikan bahwa transformasi dilakukan secara menyeluruh, termasuk digitalisasi layanan melalui Electronic Medical Record serta penerapan clinical pathway berbasis evidence. Sistem rujukan internal antar jaringan juga diperkuat untuk memudahkan pasien memperoleh second opinion tanpa harus berpindah fasilitas.
Selain itu, integrasi layanan digital melalui aplikasi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengalaman pasien. Pendekatan ini menekankan pelayanan berbasis patient-centered care dengan keseimbangan antara keunggulan klinis dan empati.
Dalam rangka pembukaan, rumah sakit menawarkan berbagai program promosi, termasuk potongan biaya konsultasi dokter spesialis hingga 50 persen serta paket skrining kesehatan dengan harga terjangkau hingga akhir Juni 2026. Paket tersebut mencakup pemeriksaan kanker dan jantung sebagai langkah deteksi dini.
Manajemen menegaskan bahwa rumah sakit ini juga terbuka bagi berbagai skema pembiayaan, termasuk kerja sama dengan asuransi, perusahaan, serta program jaminan sosial seperti BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Kehadiran fasilitas ini diharapkan menjadi bagian dari solusi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Bandung dan sekitarnya. (ret/hdl)

12 hours ago
7
















































