Jakarta (pilar.id) – Puncak kompetisi voli nasional Proliga 2026 resmi digelar di GOR Amongrogo, Yogyakarta, mulai 24 hingga 26 April. Sorotan utama tertuju pada sektor putri yang mempertemukan Jakarta Pertamina Enduro melawan Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia dalam format baru best of three (BO3).
Format ini menjadi yang pertama diterapkan di grand final Proliga, di mana tim yang lebih dulu meraih dua kemenangan akan keluar sebagai juara. Perubahan sistem ini membuat aspek stamina, strategi, dan rotasi pemain menjadi faktor krusial dalam perebutan gelar.
JPE Fokus Stamina dan Recovery Pemain
Manajer JPE, Widi Triyoso, menegaskan bahwa timnya telah menyiapkan kondisi fisik pemain secara maksimal untuk menghadapi intensitas pertandingan yang tinggi dalam waktu singkat.
Menurutnya, menjaga stamina menjadi kunci utama, terutama jika tim mampu meraih kemenangan di laga pertama. Pemulihan fisik pascalaga menjadi prioritas, termasuk melalui metode pendinginan, perawatan medis, serta pembatasan aktivitas pemain di luar pertandingan.
Selain itu, tim juga menghadapi tantangan kondisi kesehatan pemain akibat perubahan cuaca, seperti flu dan batuk. Penanganan dilakukan secara hati-hati, terutama bagi pemain asing yang memiliki standar medis tersendiri.
Ambisi Pertahankan Gelar, Megawati Jadi Andalan
Dipimpin oleh bintang timnas Megawati Hangestri, Jakarta Pertamina Enduro menargetkan gelar juara keempat sekaligus mempertahankan titel yang diraih pada edisi 2025.
Sejak putaran awal kompetisi, manajemen telah melakukan evaluasi dan perombakan skuad, termasuk pergantian pemain asing serta reposisi pemain lokal. Langkah ini dinilai meningkatkan keseimbangan tim menjelang fase krusial.
Di sisi teknis, pelatih kepala Bulent Karslioglu disebut memiliki pengalaman panjang dan variasi strategi yang menjadi modal penting dalam menghadapi tekanan final.
Jadwal dan Peta Persaingan Grand Final
Selain sektor putri, final sektor putra juga menghadirkan duel klasik antara Jakarta LavAni dan Jakarta Bhayangkara Presisi. Pertandingan ini menjadi pertemuan ketiga mereka di partai puncak.
LavAni mengusung misi revans setelah dua kali kalah di final sebelumnya, sementara Bhayangkara Presisi membidik hattrick gelar setelah juara pada 2024 dan 2025.
Jadwal Grand Final Proliga 2026:
Jumat, 24 April 2026
16.00 WIB: Putri – JPE vs Gresik Phonska
19.00 WIB: Putra – LavAni vs Bhayangkara
Sabtu, 25 April 2026
16.00 WIB: Putri – Gresik Phonska vs JPE
19.00 WIB: Putra – Bhayangkara vs LavAni
Minggu, 26 April 2026 (jika diperlukan)
16.00 WIB: Putri – JPE vs Gresik Phonska
19.00 WIB: Putra – LavAni vs Bhayangkara
Dengan komposisi tim yang kompetitif dan format pertandingan baru, grand final Proliga 2026 diprediksi berlangsung ketat hingga laga penentuan. Baik sektor putri maupun putra sama-sama menghadirkan pertarungan penuh gengsi, dengan setiap tim berambisi menutup musim sebagai juara. (mad/hdl)

1 day ago
21

















































