Sinopsis Assassin’s Creed (2016): Ambisi Besar Adaptasi Gim yang Gagal Taklukkan Kritikus dan Box Office

3 weeks ago 85

Denpasar (pilar.id) – Assassin’s Creed adalah film aksi fiksi ilmiah yang dirilis pada 2016 dan disutradarai Justin Kurzel. Film ini diadaptasi dari seri gim populer besutan Ubisoft, namun menghadirkan cerita orisinal yang tetap berada dalam semesta yang sama dengan gimnya. Michael Fassbender dipercaya memerankan dua karakter utama sekaligus, yakni Callum “Cal” Lynch di era modern dan Aguilar de Nerha di abad ke-15.

Deretan aktor papan atas turut memperkuat film ini, antara lain Marion Cotillard, Jeremy Irons, Brendan Gleeson, Charlotte Rampling, hingga Michael K. Williams. Dengan latar sejarah Inkuisisi Spanyol dan konflik modern antara Assassin Brotherhood dan Templar Order, film ini mengusung tema kebebasan kehendak manusia sebagai benang merah cerita.

Sinopsis Singkat

Cerita berpusat pada Callum Lynch, seorang terpidana mati yang eksekusinya dipalsukan oleh Abstergo Foundation, organisasi modern yang merupakan wajah Templar Order. Melalui teknologi Animus, Cal dipaksa menghidupkan kembali memori genetik leluhurnya, Aguilar de Nerha, seorang Assassin yang hidup pada 1492 dan bertugas melindungi Apple of Eden—artefak misterius yang diyakini mampu mengendalikan kehendak bebas umat manusia.

Seiring berjalannya waktu, Cal mengalami Bleeding Effect, kondisi yang membuat kemampuan fisik dan ingatan Aguilar menyatu dengan dirinya. Konflik batin, pengkhianatan, serta pencarian identitas mendorong Cal untuk akhirnya menerima warisan Assassin dan melawan Abstergo demi mencegah umat manusia dikendalikan sepenuhnya.

Produksi Panjang dan Ambisius

Proyek film Assassin’s Creed pertama kali diumumkan pada Oktober 2011. Michael Fassbender resmi bergabung pada Juli 2012, sekaligus menjadi produser. Naskah film ini mengalami beberapa kali penulisan ulang hingga akhirnya Justin Kurzel ditunjuk sebagai sutradara.

Proses syuting dimulai pada Agustus 2015 dan berakhir Januari 2016, dengan lokasi pengambilan gambar di berbagai negara, termasuk Spanyol dan Malta. Film ini dikenal menggunakan banyak adegan aksi praktikal, termasuk lompatan ikonik Leap of Faith tanpa bantuan CGI berlebihan.

Daftar Pemeran Utama

  • Michael Fassbender sebagai Callum “Cal” Lynch / Aguilar de Nerha
  • Marion Cotillard sebagai Dr. Sofia Rikkin
  • Jeremy Irons sebagai Alan Rikkin
  • Brendan Gleeson sebagai Joseph Lynch
  • Charlotte Rampling sebagai Ellen Kaye
  • Michael K. Williams sebagai Moussa

Fassbender menggambarkan Cal sebagai sosok yang terasing, dengan mengatakan, “He doesn’t have a lineage he can feel a belonging to … he’s a bit of a lost soul.” Sementara Aguilar disebutnya sebagai karakter yang sepenuhnya percaya pada Creed Assassin.

Respons Kritikus: Visual Kuat, Cerita Lemah

Setelah penayangan perdananya di New York pada 13 Desember 2016 dan rilis global oleh 20th Century Fox, Assassin’s Creed mendapat respons yang cenderung negatif dari kritikus film. Banyak ulasan menyoroti visual yang stylish, desain produksi yang megah, serta koreografi aksi yang solid.

Namun, kritik utama diarahkan pada alur cerita yang dianggap rumit, kurang emosional, dan sulit diikuti, terutama bagi penonton yang tidak familiar dengan gimnya. Pendalaman karakter dinilai kurang kuat, sehingga konflik besar antara Assassin dan Templar terasa tidak maksimal secara dramatis.

Performa Box Office: Tak Seindah Harapan

Dari sisi komersial, Assassin’s Creed juga dinilai kurang memuaskan. Film ini mencatatkan pendapatan global sekitar US$241 juta, sementara biaya produksinya mencapai US$125 juta, belum termasuk biaya pemasaran.

Meski tidak sepenuhnya merugi, capaian tersebut dianggap jauh dari ekspektasi studio untuk sebuah film adaptasi gim dengan skala besar dan potensi waralaba. Akibatnya, rencana sekuel yang sempat disiapkan akhirnya dibatalkan.

Assassin’s Creed (2016) menjadi contoh nyata bahwa adaptasi gim populer ke layar lebar tidak selalu berbanding lurus dengan kesuksesan kritis maupun finansial. Film ini memiliki ambisi besar, jajaran aktor ternama, serta visual yang kuat, namun gagal menyajikan cerita yang mampu menjangkau penonton luas.

Meski demikian, bagi penggemar setia gimnya, film ini tetap menarik sebagai eksplorasi tambahan dari semesta Assassin’s Creed dengan sudut pandang yang berbeda. (ret/hdl)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |