HIS PIK2 Integrasikan Kurikulum International Baccalaureate untuk Cetak Generasi Global

7 hours ago 9

loading...

Pengunjung nampak antusias mengikuti acara Discovery Day Hope Intercultural School di North Campus, PIK2. Foto/Istimewa.

JAKARTA - Sebagai bagian dari jaringan pendidikan Kristen dengan pengalaman lebih dari 30 tahun di Indonesia, Hope Intercultural School (HIS) menghadirkan standar pendidikan global yang teruji. HIS juga dikenal sebagai sekolah Kristen berbasis International Baccalaureate (IB) pertama di kawasan PIK2, yang mengintegrasikan kurikulum internasional dengan pembentukan karakter, kepemimpinan, serta iman Kristen secara menyeluruh.

Esther McIntyre selaku HIS IB Framework Advisor menyampaikan bahwa pendekatan International Baccalaureate tidak hanya berfokus pada capaian akademik. “Melalui pendekatan International Baccalaureate, kami membentuk siswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga bertumbuh dalam iman, karakter, dan panggilan hidup,” ujarnya, melalui siaran pers, Senin (27/4/2026).

Baca juga: Menuju SPMB 2026, Ini 103 Sekolah Swasta Gratis di Jakarta yang Bisa Diakses

Implementasi kurikulum IB di HIS yang berada di bawah Pelita Harapan Group ini menekankan pada inquiry-based learning, deep conceptual understanding, serta pembentukan lifelong learners. Proses pembelajaran dirancang untuk menciptakan keseimbangan antara academic excellence, Christ-centered character, dan global competence. Dengan demikian, siswa tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas serta visi hidup yang kuat.

HIS menyediakan jenjang pendidikan lengkap, mulai dari Kindergarten, Primary, Middle School, hingga High School, dengan kapasitas hingga 1.000 siswa. Sistem ini dirancang untuk mendukung perjalanan pendidikan yang berkesinambungan, sejak usia dini hingga persiapan menuju universitas global.

Baca juga: SMA Labschool Kebayoran Borong Penghargaan di NTU Model United Nations 2026 Singapura

Keunggulan HIS juga diperkuat oleh tenaga pengajar berstandar internasional yang terdiri dari kombinasi expatriate teachers dan tenaga pendidik Indonesia yang telah terlatih secara global. Para guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing yang membentuk karakter siswa melalui pendekatan personal, reflektif, dan berbasis relasi.

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |