Ringkasan Berita
- Kapolri Listyo Sigit Prabowo minta mitigasi cuaca ekstrem saat arus balik
- Fokus pengamanan di wilayah timur dan penyeberangan laut
- Puncak arus balik terjadi 24 Maret 2026
- Kebijakan WFA bantu mengurai kepadatan pemudik
- Destinasi wisata alami lonjakan pengunjung
- Aparat diminta optimalkan pelayanan dan rekayasa lalu lintas
- Periode arus balik berlangsung hingga 27 Maret 2026
- Wilayah rawan cuaca ekstrem: Indonesia bagian timur dan jalur penyeberangan
- Destinasi wisata mengalami peningkatan signifikan selama libur Lebaran
- Kebijakan WFA membantu distribusi pergerakan pemudik
Jakarta (pilar.id) – Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan seluruh jajaran untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem selama arus balik Lebaran 2026.
Arahan tersebut disampaikan saat kunjungan kerja di Command Center ITDC, Nusa Dua, Bali, Selasa (24/3/2026), dalam rangka meninjau kesiapan pengamanan dan pelayanan bagi masyarakat yang kembali dari kampung halaman.
Kapolri menekankan bahwa wilayah Indonesia bagian timur dan titik-titik penyeberangan menjadi area yang paling rawan terdampak cuaca buruk.
Mitigasi Jadi Kunci Keselamatan Pemudik
Menurut Kapolri, langkah mitigasi sangat penting untuk memastikan kelancaran arus balik sekaligus meminimalisasi risiko kecelakaan akibat cuaca ekstrem.
Ia menilai kesiapan aparat di lapangan akan mempermudah penerapan rekayasa lalu lintas maupun pengaturan transportasi, terutama di jalur laut dan penyeberangan antar pulau.
Pendekatan ini dinilai krusial mengingat kondisi geografis Indonesia yang didominasi wilayah kepulauan, dengan ketergantungan tinggi pada moda transportasi penyeberangan selama periode mudik dan arus balik.
Puncak Arus Balik dan Skema Penyebaran Pemudik
Kapolri menyebut puncak arus balik Lebaran 2026 diperkirakan terjadi pada 24 Maret 2026. Namun, adanya kebijakan Work From Anywhere (WFA) diprediksi akan membantu mendistribusikan arus pemudik hingga 27 Maret 2026.
Kebijakan tersebut memberikan fleksibilitas bagi masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan secara bersamaan, sehingga potensi kepadatan dapat ditekan.
Destinasi Wisata Alami Lonjakan Pengunjung
Selain jalur utama arus balik, Kapolri juga menyoroti peningkatan aktivitas di sejumlah destinasi wisata selama libur Lebaran, antara lain Bali, Yogyakarta, Pangandaran, Cianjur, dan Puncak.
Lonjakan wisatawan ini berpotensi menambah beban lalu lintas dan membutuhkan pengamanan ekstra, baik di jalur darat maupun kawasan wisata.
Optimalisasi Pelayanan dan Rekayasa Lalu Lintas
Kapolri menginstruksikan seluruh personel untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Fokus utama mencakup:
- Pengaturan arus lalu lintas di jalur padat
- Rekayasa lalu lintas untuk mengurai kemacetan
- Pengawasan penyeberangan laut
- Respons cepat terhadap perubahan cuaca ekstrem
Langkah ini diharapkan mampu menjaga keselamatan serta kenyamanan masyarakat selama periode arus balik Lebaran.
Dengan meningkatnya mobilitas masyarakat pasca-Lebaran, kesiapan menghadapi cuaca ekstrem menjadi faktor krusial dalam memastikan arus balik berjalan aman dan lancar. Kebijakan yang adaptif serta koordinasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan pengamanan tahun ini. (tin)

6 hours ago
6














































