Kronologi penangkapan curanmor spesialis "angka 7" di Kebayoran Lama

7 hours ago 13

Jakarta (ANTARA) - Polres Metro Jakarta Selatan mengungkap kronologi penangkapan seorang pria terduga pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang kerap beraksi pada tanggal dengan akhiran "angka 7" di wilayah Kebayoran Lama.

"Piket fungsi Kebayoran Lama menerima laporan adanya orang yang diduga pelaku kejahatan diamankan warga. Saat petugas sampai di lokasi, kondisi yang bersangkutan sudah mengalami luka lebam," kata Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Joko menjelaskan bahwa penangkapan bermula dari informasi warga terkait adanya seorang terduga pelaku kejahatan yang diamankan pada Jumat (17/4) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB.

Dari tangan orang tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti yang memperkuat dugaan tindak pidana, di antaranya satu buah kunci leter T beserta satu mata kuncinya, sebuah jaket, serta lima buah kunci sepeda motor.

Berdasarkan hasil penyelidikan dan pencocokan bukti digital, Joko mengungkapkan bahwa terduga pelaku diduga kuat telah beraksi sebanyak tiga kali di wilayah tersebut, yakni pada 17 Maret, 7 April, dan terakhir pada 17 April.

"Dari rekaman CCTV pada kejadian tanggal 17 Maret dan 7 April, nampak pelaku menggunakan jaket dan sweater yang sama dengan yang ditemukan saat penangkapan. Wajahnya pun teridentifikasi identik dengan orang yang diamankan," jelasnya.

Baca juga: Pencuri motor di Kebayoran Lama tewas dikeroyok warga

Warga setempat sebelumnya telah berinisiatif mencetak foto wajah pelaku dari rekaman CCTV dan menempelnya di gang-gang pemukiman sebagai bentuk kewaspadaan.

Hal inilah yang membuat warga langsung mengenali pelaku saat ia kembali muncul pada 17 April dini hari.

"Warga mengenali wajah tersebut karena fotonya sudah ditempel di gang-gang dengan keterangan waspada pelaku curanmor. Itulah mengapa saat dia muncul kembali, warga langsung sigap mengamankan," tambahnya.

Terkait pola waktu kejadian yang selalu bertepatan dengan tanggal berakhiran angka tujuh (7 dan 17), kata Joko, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman apakah hal tersebut merupakan motif tertentu atau sekadar kebetulan.

Namun, proses penyelidikan menemui kendala karena terduga pelaku dilaporkan meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Polri Kramat Jati akibat luka yang dideritanya saat diamankan warga.

"Yang bersangkutan meninggal dunia saat perawatan di rumah sakit. Saat ini penyidik masih mencari data tambahan untuk menghubungi pihak keluarga guna menyerahkan jenazah," kata Joko.

Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya anggota komplotan lain yang terlibat dalam aksi pencurian motor yang kerap dilakukan pada jam-jam dini hari di atas pukul 00.00 WIB tersebut.

Baca juga: Polisi amankan curanmor di Cilandak, satu pelaku masih diburu

Baca juga: Curi motor teman, Polisi tangkap pelaku di Pesanggrahan

Baca juga: Komplotan curanmor bersenpi gasak motor pasien di RS Duren Sawit

Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |