Sidoarjo Percepat Digitalisasi Keuangan Daerah, Siap Terapkan QRIS Tap di Semua Transaksi

8 hours ago 11

Ringkasan Berita

  • Pemkab Sidoarjo memperkuat komitmen digitalisasi melalui ETPD di 2026.
  • QRIS Tap akan diterapkan untuk mempermudah transaksi non-tunai tanpa scan barcode.
  • Capaian ETPD Sidoarjo mencapai 99,5%, tertinggi di Jawa Timur.
  • TP2DD Sidoarjo meraih peringkat 3 terbaik wilayah Jawa-Bali tahun 2025.
  • Digitalisasi dinilai mampu meningkatkan PAD dan menekan kebocoran anggaran.

Sidoarjo (pilar.id) – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus memperkuat komitmen terhadap Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) sebagai bagian dari transformasi digital sektor publik.

Melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), berbagai inovasi terus didorong untuk mempercepat penggunaan transaksi non-tunai. Salah satu langkah strategis pada 2026 adalah penerapan QRIS Tap, metode pembayaran digital berbasis teknologi contactless.

Berbeda dengan QRIS konvensional, QRIS Tap memungkinkan masyarakat melakukan transaksi hanya dengan menempelkan ponsel ke mesin pembaca tanpa perlu memindai kode QR. Sistem ini dinilai lebih cepat, praktis, dan aman.

Raih Penghargaan Nasional, ETPD Sidoarjo Tembus 99,5%

Kinerja TP2DD Sidoarjo sepanjang 2025 mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Kabupaten ini dinobatkan sebagai TP2DD terbaik III wilayah Jawa-Bali oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Tak hanya itu, inovasi pembayaran retribusi non-tunai Sidoarjo juga masuk dalam jajaran program unggulan nasional.

Bupati Subandi menyebut capaian tersebut sebagai hasil kerja kolektif seluruh tim. Ia menegaskan bahwa digitalisasi kini menjadi kebutuhan utama dalam tata kelola keuangan daerah.

Menurutnya, penerapan transaksi digital terbukti mampu meningkatkan transparansi, menekan potensi kebocoran anggaran, hingga mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Data Semester II 2025 menunjukkan capaian ETPD Sidoarjo mencapai 99,5%, tertinggi di Provinsi Jawa Timur.

High Level Meeting Jadi Forum Strategis

Komitmen tersebut ditegaskan dalam High Level Meeting (HLM) TP2DD yang digelar di Pendopo Delta Wibawa, Senin (6/4). Forum ini tidak sekadar evaluasi rutin, melainkan menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan kebijakan dan mempercepat implementasi program.

Dalam forum tersebut, hadir sejumlah narasumber dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian serta Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Timur yang membahas penguatan sistem pembayaran digital daerah.

QRIS Tap Didorong Masuk Semua Sektor

Sekretaris Daerah Sidoarjo Fenny Apridawati menegaskan bahwa implementasi QRIS Tap akan diperluas ke seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Ia menyebut digitalisasi transaksi memiliki korelasi positif dengan pembangunan daerah. Salah satu indikatornya adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sidoarjo yang mencapai 83,35, tertinggi di Jawa Timur untuk kategori kabupaten.

Selain itu, penggunaan Kartu Kredit Indonesia (KKI) di Sidoarjo juga tercatat tertinggi di Jawa Timur dan peringkat ke-4 secara nasional.

Hal ini menunjukkan kesiapan infrastruktur dan ekosistem digital yang semakin matang.

Dorong Digitalisasi hingga Pasar Tradisional

Bupati Subandi juga mendorong agar implementasi ETPD tidak hanya terbatas pada sektor pemerintahan, tetapi juga menjangkau sektor perdagangan dan layanan publik seperti pasar tradisional dan kesehatan.

Ia menyoroti masih rendahnya retribusi pasar, yang dinilai bisa dioptimalkan melalui sistem pembayaran digital yang sederhana dan mudah diakses masyarakat.

Langkah ini diharapkan mampu memperluas basis penerimaan daerah sekaligus meningkatkan inklusi keuangan di tingkat masyarakat.

Fondasi Digital Jadi Kunci Pertumbuhan Daerah

Pemkab Sidoarjo menilai keberhasilan digitalisasi tidak lepas dari dukungan infrastruktur perbankan dan kesiapan sistem teknologi yang terintegrasi.

Dengan fondasi tersebut, implementasi QRIS Tap diharapkan menjadi akselerator baru dalam transformasi ekonomi daerah—tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memperkuat daya saing Sidoarjo di era ekonomi digital.

Ke depan, konsistensi kebijakan dan kolaborasi lintas sektor akan menjadi faktor penentu keberhasilan Sidoarjo dalam mempertahankan posisinya sebagai salah satu daerah terdepan dalam digitalisasi keuangan di Indonesia. (usm)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |