Ringkasan Berita
- Roma dihantam krisis cedera berkepanjangan sejak akhir Desember.
- Gasperini menegaskan fokus tim tetap pada sisa pertandingan musim ini.
- Laga kontra Pisa jadi momentum penting menjaga peluang empat besar.
- Pisa tetap dianggap lawan berbahaya meski berada di dasar klasemen.
Roma (pilar.id) – Pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini, menegaskan timnya sepenuhnya fokus pada laga menghadapi Pisa SC dalam lanjutan Serie A, Sabtu (11/4) pukul 01.45 WIB di Stadion Olimpico.
Menurut Gasperini, Roma tidak ingin lagi mengulang penurunan performa seperti saat kalah telak dari Inter Milan. Ia menyoroti pentingnya menjaga konsistensi mental dan permainan sepanjang laga.
Roma saat ini berada dalam tekanan setelah hasil negatif dalam beberapa pertandingan terakhir, yang membuat peluang finis di empat besar semakin menipis.
Krisis Cedera Jadi Hambatan Besar
Gasperini mengakui bahwa badai cedera menjadi salah satu faktor utama menurunnya performa tim. Sejak akhir Desember, Roma kehilangan sejumlah pemain penting dalam waktu yang cukup lama.
Beberapa nama seperti Paulo Dybala, Artem Dovbyk, hingga Evan Ferguson harus absen dalam periode krusial.
Selain itu, kondisi Gianluca Mancini dan Wesley mulai membaik, meski belum sepenuhnya pulih. Gasperini berharap beberapa pemain dapat segera kembali dalam waktu dekat untuk memperkuat skuad.
Ia menilai, cedera jangka panjang lebih berdampak dibandingkan cedera ringan yang biasanya hanya membuat pemain absen singkat. Situasi ini membuat rotasi tim menjadi terbatas, terutama di lini serang.
Fokus pada Target, Bukan Spekulasi Masa Depan
Di tengah spekulasi terkait masa depan sejumlah pemain, Gasperini menegaskan bahwa tim tidak memikirkan hal tersebut saat ini.
Menurutnya, seluruh pemain tetap menunjukkan profesionalisme tinggi meski ada ketidakpastian kontrak dan status di musim depan. Ia juga mengapresiasi komitmen skuad yang tetap berjuang maksimal hingga akhir musim.
Kapten tim Lorenzo Pellegrini disebut sebagai salah satu figur penting yang menjaga semangat tim tetap stabil di tengah tekanan.
Waspadai Pisa Meski Terpuruk
Meski berada di dasar klasemen, Pisa tidak dianggap sebagai lawan mudah. Gasperini menilai tim tamu tetap memiliki potensi untuk menyulitkan jika Roma tidak tampil maksimal.
Pisa sendiri tengah berjuang keluar dari zona degradasi, sehingga dipastikan akan bermain dengan motivasi tinggi. Kondisi ini membuat Roma harus tetap waspada dan tidak meremehkan lawan.
Tujuh Laga Penentu Musim Roma
Dengan hanya menyisakan tujuh pertandingan, Roma tidak memiliki banyak ruang untuk melakukan kesalahan. Setiap poin menjadi sangat penting dalam upaya mengejar posisi empat besar.
Gasperini menegaskan target tersebut merupakan ambisi internal tim sejak awal musim. Meski kini menjadi lebih sulit, ia memastikan Roma akan tetap berusaha maksimal untuk mencapainya.
Ia juga menekankan bahwa peningkatan performa tim menjadi fokus utama, karena hal tersebut akan berbanding lurus dengan peluang meraih hasil positif di sisa musim.
Evaluasi Skuad dan Strategi Transfer
Menjelang akhir musim, Gasperini turut menyinggung perlunya evaluasi dalam kebijakan transfer klub. Ia menilai penting bagi Roma untuk lebih selektif dalam merekrut pemain agar dapat membangun tim yang kompetitif secara berkelanjutan.
Menurutnya, keseimbangan antara pemain berpengalaman dan pemain muda menjadi kunci dalam membentuk skuad yang solid tanpa mengorbankan ambisi klub.
Penutup: Laga Penentu di Olimpico
Pertandingan melawan Pisa menjadi momentum penting bagi Roma untuk kembali ke jalur kemenangan. Dukungan publik Olimpico diharapkan mampu memberikan dorongan tambahan bagi tim ibu kota.
Jika mampu meraih tiga poin, Roma tidak hanya menjaga peluang di papan atas, tetapi juga mengembalikan kepercayaan diri tim jelang fase akhir kompetisi. (wid/hdl)

1 day ago
14

















































