Surabaya Industrial & Labour Festival 2026 Bidik Ekspor USD 100 Juta, Sediakan 1.200 Lowongan Kerja

6 hours ago 7

Surabaya (pilar.id) – Pemerintah Kota Surabaya menggelar Surabaya Industrial & Labour Festival 2026 sebagai langkah strategis mendorong pertumbuhan ekonomi, memperluas pasar ekspor, dan membuka lapangan kerja. Kegiatan yang berlangsung pada 7–9 April 2026 ini menggabungkan bursa kerja dengan forum business matching internasional yang menghadirkan pelaku usaha dan investor dari berbagai negara.

Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Lilik Arijanto, menyampaikan bahwa festival ini dirancang untuk mempertemukan pencari kerja dengan industri sekaligus membuka akses UMKM ke pasar global. Ia menekankan bahwa kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan pelaku usaha tanpa menggunakan anggaran daerah, sebagai bentuk sinergi menghadapi dinamika ekonomi global.

Dalam forum business matching, Pemkot Surabaya menghadirkan pembeli dari sejumlah negara seperti Pakistan, Brunei Darussalam, Amerika Serikat, Singapura, Hong Kong, dan Oman. Produk yang dipromosikan mencakup sektor makanan, minuman, furnitur, hingga fesyen seperti batik. Upaya kurasi produk dilakukan untuk memastikan kualitas dan daya saing di pasar internasional.

Selain itu, pemerintah kota juga memperkuat koordinasi dengan Export Center Jawa Timur guna memberikan pendampingan teknis bagi pelaku usaha. Langkah ini penting untuk memastikan kesiapan ekspor, mulai dari standar produk hingga aspek logistik. Surabaya sendiri terus mengembangkan infrastruktur transportasi dan distribusi untuk mendukung efisiensi rantai pasok ekspor.

Di sektor ketenagakerjaan, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Surabaya, Hebi Djuniantoro, melaporkan bahwa festival ini melibatkan sekitar 35 perusahaan dengan total 1.200 lowongan kerja. Tingginya antusiasme masyarakat terlihat dari lebih dari 2.000 pendaftar melalui aplikasi Arek Suroboyo Siap Kerjo (ASSIK).

Kegiatan ini juga dilengkapi dengan coaching clinic ekspor yang diikuti 80 pelaku usaha, dengan 36 di antaranya telah lolos kurasi dan siap menjalin kerja sama bisnis dengan mitra internasional. Program ini menjadi bagian dari strategi penguatan kapasitas UMKM agar mampu menembus pasar global.

Puncak acara dijadwalkan berlangsung di Grand City Convention Hall dengan agenda pelepasan ekspor produk UMKM secara simbolis yang akan dihadiri Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, bersama perwakilan Kementerian Perdagangan. Pemerintah menargetkan nilai transaksi ekspor mencapai USD 100 juta dari kegiatan ini.

Selain pelepasan ekspor, agenda lanjutan juga mencakup sesi walk-in interview bagi para pencari kerja yang telah terdaftar. Model ini diharapkan mempercepat proses rekrutmen sekaligus menekan angka pengangguran di Surabaya.

Festival ini turut didukung oleh Performa Optima Group sebagai mitra penyelenggara. CEO Performa Optima Group, Stefanus Sugeng Irawan, menilai kegiatan ini sebagai momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara dunia industri, tenaga kerja, dan inovasi teknologi.

Secara keseluruhan, Surabaya Industrial & Labour Festival 2026 diharapkan menjadi katalis bagi penguatan ekosistem industri dan ketenagakerjaan yang lebih adaptif dan kompetitif. Dengan target ekspor besar dan penciptaan ribuan peluang kerja, Surabaya semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Indonesia. (usm/hdl)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |