Bank Mandiri Borong Penghargaan SBSN 2025, Bukti Dominasi di Pasar Sukuk Nasional

1 day ago 14

Ringkasan Berita

  • Bank Mandiri meraih empat penghargaan SBSN terbaik 2025 dari Kementerian Keuangan.
  • Penghargaan mencakup pasar perdana, sekunder, dan pelaksanaan kuotasi.
  • Kinerja dinilai unggul dalam partisipasi pasar dan stabilitas SBSN.
  • Penerbitan SBSN 2025 meningkat menjadi Rp237,9 triliun.
  • Bank Mandiri terus memperkuat layanan investasi syariah dan distribusi sukuk.

Jakarta (pilar.id) – Bank Mandiri kembali menegaskan posisinya sebagai pemain utama di pasar keuangan syariah nasional dengan meraih sejumlah penghargaan bergengsi dari Kementerian Keuangan sebagai Dealer Utama Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Terbaik Tahun 2025.

Dalam ajang tersebut, Bank Mandiri memborong empat kategori utama, yakni:

  • Dealer Utama SBSN Terbaik Peringkat Pertama
  • Dealer Utama SBSN Terbaik di Pasar Perdana
  • Dealer Utama SBSN Terbaik di Pasar Sekunder
  • Dealer Utama SBSN Terbaik untuk Pelaksanaan Kuotasi

Penghargaan ini diberikan berdasarkan penilaian menyeluruh terhadap kinerja dealer utama dalam mendukung pasar SBSN, termasuk partisipasi aktif di pasar perdana, kontribusi di pasar sekunder, serta konsistensi dalam menyediakan kuotasi harga.

Peran Strategis dalam Stabilitas Pasar

Capaian tersebut tidak lepas dari peran aktif Bank Mandiri dalam menjaga stabilitas dan likuiditas pasar SBSN. Selain itu, bank pelat merah ini juga dinilai berkontribusi dalam mendorong pengembangan pasar keuangan syariah secara berkelanjutan.

Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri, Ari Rizaldi, menegaskan bahwa penghargaan ini mencerminkan konsistensi perusahaan dalam memperluas akses investasi sekaligus mendukung pembiayaan pembangunan nasional melalui instrumen SBSN.

Menurut Ari, penguatan kapabilitas treasury, inovasi produk investasi, serta perluasan distribusi menjadi kunci utama dalam mempertahankan kinerja tersebut.

Kinerja SBSN Tumbuh Signifikan

Data menunjukkan bahwa sepanjang 2025, penerbitan SBSN mengalami peningkatan signifikan. Nilainya naik dari Rp206,83 triliun pada 2024 menjadi Rp237,9 triliun pada 2025.

Kenaikan ini menegaskan bahwa SBSN semakin menjadi instrumen vital dalam strategi pembiayaan negara, terutama untuk mendukung proyek-proyek pembangunan infrastruktur dan sektor prioritas lainnya.

Dengan tren tersebut, peran dealer utama seperti Bank Mandiri menjadi semakin krusial dalam menjembatani kebutuhan pembiayaan pemerintah dengan minat investor, baik domestik maupun global.

Dorong Akses Investasi Syariah

Selain berfokus pada kinerja pasar, Bank Mandiri juga terus mendorong inklusi keuangan melalui pengembangan produk investasi berbasis syariah. Upaya ini mencakup perluasan akses bagi investor ritel hingga institusi.

Langkah tersebut sejalan dengan pertumbuhan industri keuangan syariah di Indonesia yang terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir.

Komitmen Berkelanjutan

Ari Rizaldi menambahkan bahwa pencapaian ini menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Bank Mandiri untuk terus menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan.

Ke depan, Bank Mandiri menargetkan untuk tetap menjadi mitra strategis pemerintah dalam pengembangan pasar SBSN sekaligus memperkuat posisinya sebagai pemimpin di sektor keuangan syariah nasional.

Dengan torehan ini, Bank Mandiri tidak hanya memperkuat reputasi di tingkat domestik, tetapi juga membuka peluang lebih besar dalam menarik minat investor global terhadap instrumen sukuk Indonesia. (ret/hdl)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |