Derby London Utara ke-199: Tottenham vs Arsenal, Misi Suci Spurs dan Dominasi The Gunners

8 hours ago 9

Ringkasan Berita

  • Derby London Utara ke-199 digelar di Tottenham Hotspur Stadium.
  • Arsenal menang enam dari tujuh laga liga terakhir kontra Spurs.
  • Tottenham kini ditangani Igor Tudor setelah pemecatan Thomas Frank.
  • Spurs tanpa kemenangan liga sepanjang 2026 sejauh ini.
  • Arteta dan Tudor sama-sama menekankan pentingnya mentalitas tim.

London (pilar.id) – Derby London Utara kembali tersaji saat Tottenham Hotspur FC menjamu Arsenal FC pada pekan lanjutan Premier League, Minggu (22/2) pukul 23.30 WIB di Tottenham Hotspur Stadium, London.

Pertemuan ke-199 dua rival sekota ini hadir dalam situasi kontras. Arsenal ingin kembali ke jalur kemenangan setelah dua hasil imbang tandang, sementara Tottenham tengah berjuang menjauh dari zona degradasi di bawah manajer anyar.

Arsenal Andalkan Dominasi dan Momentum Akhir Musim

Di bawah arahan Mikel Arteta, Arsenal memiliki catatan impresif atas Spurs. The Gunners memenangi enam dari tujuh pertemuan liga terakhir, termasuk tiga laga terakhir di markas Tottenham.

Arteta menegaskan fokus timnya adalah merespons hasil kurang maksimal sebelumnya dan segera mengalihkan perhatian ke laga berikutnya. Ia menilai musim masih panjang dan setiap pertandingan menentukan arah persaingan menuju 10 laga terakhir kompetisi.

Arsenal membutuhkan tiga poin bukan hanya demi gengsi lokal, tetapi juga untuk menjaga posisi dalam perebutan papan atas klasemen.

Spurs di Era Baru Igor Tudor

Tottenham memasuki derby ini dalam situasi penuh tekanan. Klub memutuskan berpisah dengan Thomas Frank pekan lalu setelah hasil kurang memuaskan, termasuk kekalahan 1-2 dari Newcastle United. Posisi Spurs kini berada di peringkat ke-16, hanya lima poin di atas zona degradasi.

Manajemen menunjuk Igor Tudor sebagai pelatih anyar. Mantan gelandang Kroasia itu sebelumnya menangani Juventus, namun diberhentikan pada Oktober akibat start buruk di Serie A.

Tudor mengakui besarnya arti Derby London Utara bagi klub dan suporter. Ia menekankan bahwa fokus awalnya adalah membentuk kembali identitas tim, terutama dari sisi mentalitas, daya juang, dan kekompakan.

Secara statistik, Spurs menjadi satu-satunya tim yang belum meraih kemenangan Premier League sepanjang 2026. Dari delapan laga terakhir, mereka mencatat empat hasil imbang dan empat kekalahan. Sejak kemenangan pembuka musim atas Burnley, Tottenham hanya sekali menang dari 12 laga kandang liga.

Meski demikian, Spurs sempat menunjukkan daya juang saat bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk menahan imbang Manchester City 2-2 awal bulan ini. Mereka juga finis keempat di fase liga Liga Champions dan memastikan tiket ke babak 16 besar.

Duel Mentalitas dan Taktik

Pertemuan ini diprediksi menjadi duel mentalitas. Arsenal datang dengan kepercayaan diri tinggi dalam sejarah pertemuan, sementara Spurs berupaya memanfaatkan efek manajer baru.

Arteta menekankan pentingnya reaksi cepat dan karakter tim dalam menghadapi tekanan. Di sisi lain, Tudor fokus membangun struktur permainan yang jelas, baik saat menguasai bola, ditekan lawan, maupun bertahan dalam blok rendah.

Atmosfer panas Derby London Utara diyakini akan menambah intensitas pertandingan. Arsenal mengincar kelanjutan dominasi dan hak gengsi di ibu kota, sedangkan Spurs berusaha menjadikan laga ini sebagai titik balik musim mereka.

Dengan situasi klasemen yang berbeda namun sama-sama krusial, duel ke-199 ini bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan pertarungan harga diri dan momentum menjelang fase akhir musim. (wid)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |