Ramadan 2026, Dirut BULOG Sidak Pasar Minggu dan Jatinegara Pastikan Stok Beras Aman

3 hours ago 4

Ringkasan Berita

  • Dirut BULOG Ahmad Rizal Ramdhani sidak Pasar Minggu dan Jatinegara.
  • Stok beras nasional mencapai 3,2 juta ton dan dinilai aman hingga Idulfitri 2026.
  • Harga beras dan Minyakita masih sesuai HET pemerintah.
  • Distribusi Minyakita kini langsung dari gudang BULOG ke pasar SP2KP.
  • Stok Minyakita ditingkatkan hingga 70.000 KL jelang Lebaran.

Jakarta (pilar.id) – Direktur Utama Perum BULOG, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Minggu dan Pasar Jatinegara, Jumat (20/2/2026).

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok serta stabilitas harga bahan pokok menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026. Fokus utama pengawasan adalah komoditas strategis seperti beras dan minyak goreng rakyat Minyakita.

Selain dua komoditas tersebut, pemantauan juga mencakup cabai, bawang, tepung terigu, daging, dan gula guna memastikan kondisi pasar tetap terkendali.

Stok Beras Nasional 3,2 Juta Ton

Berdasarkan hasil sidak, Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan bahwa stok bahan pokok secara umum dalam kondisi cukup dan harga relatif stabil.

Harga beras di lapangan masih mengacu pada ketentuan pemerintah. Untuk beras medium, Harga Eceran Tertinggi (HET) tercatat Rp13.500 per kilogram, beras SPHP Rp12.500 per kilogram, dan beras premium Rp14.900 per kilogram.

Secara nasional, stok beras yang dikelola BULOG saat ini mencapai sekitar 3,2 juta ton. Jumlah tersebut terus bertambah melalui program serapan gabah dan beras petani. Dalam satu bulan terakhir, tambahan stok tercatat sekitar 100.000 ton.

Menurut Ahmad Rizal Ramdhani, ketersediaan tersebut dinilai memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri 2026.

Distribusi Minyakita Lebih Terkendali

Selain beras, BULOG juga memastikan distribusi Minyakita berjalan sesuai kebijakan terbaru pemerintah melalui skema Domestic Market Obligation (DMO) sebesar 35 persen.

Kini, penyaluran dilakukan langsung oleh BUMN Pangan, termasuk BULOG, tanpa melalui distributor. Skema ini dinilai membuat distribusi lebih efisien dan terkontrol.

Minyakita disalurkan dari gudang BULOG ke pasar-pasar SP2KP dengan harga Rp14.500 per liter dari gudang, kemudian dijual kepada masyarakat sesuai HET Rp15.700 per liter.

Sejak 1 Januari 2026, BULOG telah menjalankan pola distribusi langsung tersebut. Saat ini, stok Minyakita yang disiapkan mencapai 30.000 kiloliter per bulan. Khusus menjelang Lebaran, volume tersebut ditingkatkan hingga 70.000 kiloliter guna mengantisipasi lonjakan permintaan.

Komitmen Jaga Stabilitas Pangan Nasional

Selama periode Ramadan hingga Idulfitri 2026, BULOG menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan distribusi komoditas strategis, terutama beras dan Minyakita, ke pasar-pasar SP2KP di seluruh Indonesia.

Langkah ini bertujuan menjaga keterjangkauan harga sekaligus memastikan kecukupan pasokan bagi masyarakat. Sidak yang dilakukan di Pasar Minggu dan Pasar Jatinegara menjadi bagian dari pengawasan langsung untuk memastikan kebijakan stabilisasi berjalan efektif di tingkat lapangan.

Dengan stok yang memadai dan distribusi yang diperkuat, pemerintah berharap stabilitas harga pangan tetap terjaga selama momentum Ramadan dan Idulfitri 2026. (usm/hdl)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |