Ringkasan Berita
- PGN peringkat 288 dari 500 perusahaan terbaik Asia–Pasifik versi TIME 2026.
- Skor total 82,65 berdasarkan evaluasi kepuasan karyawan, pertumbuhan pendapatan, dan ESG.
- PGN catat pendapatan naik tiga tahun berturut-turut (2022–2024).
- Tingkat employee engagement mencapai 87,74% dengan turnover di bawah 3%.
- Risiko ESG perusahaan menunjukkan tren menurun dari tahun ke tahun.
Jakarta (pilar.id) – Resiliensi bisnis PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) kembali mendapat pengakuan internasional. Majalah bisnis global TIME menempatkan PGN di posisi 288 dalam daftar 500 perusahaan terbaik kawasan Asia–Pasifik tahun 2026 dengan skor total 82,65.
Daftar tersebut dirilis pada 11 Februari 2026 dan disusun bersama lembaga riset global Statista. PGN menjadi satu dari 19 perusahaan Indonesia, baik BUMN maupun swasta, yang dinilai memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian regional dan global.
Pengakuan ini datang di tengah tekanan ekonomi dunia akibat dinamika geopolitik dan kebijakan tarif Amerika Serikat pada 2025 yang berdampak luas terhadap rantai pasok dan stabilitas pasar global.
Tiga Pilar Penilaian: SDM, Keuangan, dan ESG
Pemeringkatan TIME dilakukan dengan mengacu pada tiga metrik utama, yakni kepuasan karyawan, kinerja pertumbuhan pendapatan, serta aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).
1. Kepuasan dan Keterlibatan Karyawan
Penilaian kepuasan karyawan didasarkan pada survei global tahun 2024, dengan fokus pada kawasan Asia–Pasifik. PGN yang memiliki 2.752 pekerja mencatat tingkat employee engagement sebesar 87,74 persen, masuk kategori tinggi.
Tingkat perputaran karyawan (turnover) juga terjaga di bawah 3 persen, mencerminkan stabilitas organisasi dan iklim kerja yang relatif sehat.
Direktur Utama PGN, Arief Kurnia Risdianto, menyatakan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh insan perusahaan dalam menjaga kinerja di tengah tantangan ekonomi yang kompleks.
2. Tren Pertumbuhan Pendapatan Positif
Dari sisi keuangan, perusahaan yang masuk dalam daftar harus mencatat pertumbuhan pendapatan positif periode 2022–2024 atau membukukan laba pada 2024.
PGN menunjukkan tren peningkatan pendapatan secara konsisten:
- 2022: USD 3,57 miliar
- 2023: USD 3,65 miliar
- 2024: USD 3,78 miliar
Kinerja ini ditopang optimalisasi infrastruktur gas bumi, efisiensi operasional, serta pengelolaan arus kas yang disiplin. Manajemen menyebut fondasi transformasi bisnis yang dijalankan sejak 2022 menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas operasional.
3. Transparansi dan Risiko ESG yang Menurun
Dalam aspek keberlanjutan, evaluasi dilakukan menggunakan basis data ESG terstandarisasi dari Statista dan sumber riset lainnya. Indikator yang dinilai mencakup pengurangan emisi karbon, keberagaman direksi, kebijakan hak asasi manusia, program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), kepatuhan regulasi, hingga sistem antikorupsi.
Risiko ESG PGN tercatat menunjukkan tren penurunan dari tahun ke tahun. Dalam aspek lingkungan, perusahaan dinilai atas upaya pengurangan emisi karbon pada 2023 dibandingkan 2021. Sementara pada aspek tata kelola, penerapan sistem kepatuhan dan transparansi menjadi perhatian utama.
Asia–Pasifik Dinilai Tetap Stabil
TIME dalam laporannya menilai kawasan Asia–Pasifik relatif mampu menjaga stabilitas dan proyeksi bisnis yang jelas, meskipun terdampak kebijakan tarif Amerika Serikat pada 2025. Dalam konteks tersebut, PGN dinilai berhasil mempertahankan konsistensi kinerja operasional dan pertumbuhan bisnis.
Arief Kurnia Risdianto menegaskan bahwa perusahaan tetap berfokus pada fundamental bisnis yang sehat, efisiensi operasional, serta strategi ekspansi yang terukur untuk menjaga keberlanjutan jangka panjang.
Bukti Ketahanan dan Daya Saing Global
Masuknya PGN dalam daftar 500 perusahaan terbaik Asia–Pasifik versi TIME 2026 menjadi indikator kuat daya saing perusahaan energi nasional di level regional.
Pengakuan ini mempertegas bahwa PGN tidak hanya bertahan di tengah ketidakpastian global, tetapi juga mampu memperkuat fondasi bisnis untuk tumbuh berkelanjutan, sekaligus memperluas kontribusi Indonesia dalam peta ekonomi Asia–Pasifik. (ret/hdl)

9 hours ago
10

















































