Jelang Ramadan dan Idulfitri 2026, ID FOOD Pastikan Stok Pangan Strategis Aman dan Harga Stabil

10 hours ago 9

Ringkasan Berita

  • ID FOOD memastikan kesiapan stok pangan strategis menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026.
  • Stok meliputi gula, minyak goreng, daging sapi dan kerbau, daging ayam, serta telur.
  • Distribusi didukung 94 cabang dan lebih dari 27 ribu mitra ritel di seluruh Indonesia.
  • ID FOOD memprioritaskan distribusi Minyakita di Pasar Pantauan Kemendag.
  • Gerakan Pangan Murah dan ID FOOD Ramadan Fair digelar untuk menjaga keterjangkauan harga.

Jakarta (pilar.id) – Holding BUMN Pangan ID FOOD memastikan kesiapan pasokan berbagai komoditas pangan strategis guna menjaga ketersediaan dan stabilitas harga selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri 2026. Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat pada periode tersebut.

Komoditas yang telah disiapkan meliputi gula, minyak goreng, daging sapi dan kerbau, daging ayam, serta telur ayam. Seluruh stok tersebut disebar secara merata di berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari strategi pengamanan pasokan nasional.

Senior Vice President Corporate Secretary ID FOOD, Yosdian Adi Pramono, menyampaikan bahwa hingga awal Februari 2026, ID FOOD telah menyiapkan stok gula lebih dari 29 ribu ton, minyak goreng sekitar 29 ribu kiloliter, daging ayam sekitar 3 ribu ton, telur ayam sekitar 2 ribu ton, serta daging ruminansia mencapai 40 ribu ton. Stok tersebut difungsikan sebagai buffer stock untuk mengantisipasi lonjakan permintaan menjelang Ramadan.

Untuk menjamin kelancaran distribusi, ID FOOD mengoptimalkan jaringan logistik dan perdagangan nasional yang mencakup 94 cabang serta lebih dari 27 ribu mitra ritel. Jaringan tersebut tersebar di ribuan Koperasi Merah Putih, Pasar Pantauan, pasar reguler, serta didukung ribuan mitra Warung Pangan, khususnya di Pulau Jawa.

Dalam rangka menjaga stabilitas harga minyak goreng, ID FOOD memfokuskan penyaluran Minyakita ke 1.414 titik Pasar Pantauan yang menjadi lokasi pemantauan harga Kementerian Perdagangan. Hingga Februari 2026, alokasi Minyakita yang dikelola ID FOOD mengalami peningkatan signifikan, seiring bertambahnya jumlah produsen yang terlibat dalam penyaluran.

Selain itu, ID FOOD menyiapkan distribusi pangan secara langsung kepada masyarakat dengan prioritas wilayah yang masuk kategori zona merah dan zona kuning, berdasarkan tingkat kerawanan pasokan dan disparitas harga. Langkah ini ditujukan untuk memastikan keterjangkauan harga tetap terjaga di seluruh provinsi.

Sebagai instrumen stabilisasi harga, ID FOOD juga menggencarkan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) 2026 yang akan digelar di lebih dari 420 titik pada 26 cabang. Komoditas yang disalurkan dalam program ini mencakup gula, minyak goreng, beras, tepung, dan kebutuhan pokok lainnya, dengan harga mengacu pada Harga Acuan Penjualan (HAP) dan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Tak hanya itu, pada periode 9 Februari hingga 15 Maret 2026, ID FOOD juga menggelar Bazar Sembako bertajuk ID FOOD Ramadan Fair di 94 cabang distribusi. Program ini memberikan akses langsung kepada masyarakat untuk memperoleh pangan berkualitas dengan harga terjangkau selama Ramadan hingga Idulfitri.

Yosdian menegaskan, berbagai langkah tersebut merupakan bentuk tanggung jawab ID FOOD sebagai BUMN Pangan dalam menjaga ketahanan pangan nasional, terutama pada momentum HBKN ketika kebutuhan masyarakat meningkat. Melalui penguatan rantai pasok dari hulu ke hilir serta sinergi lintas pemangku kepentingan, ID FOOD optimistis pasokan dan stabilitas harga pangan selama HBKN 2026 dapat terjaga dengan baik. (ret/hdl)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |