Tekan Genangan dan Jalan Berlubang, Pemkot Surabaya Siapkan Puluhan Titik Overlay di Musim Hujan

10 hours ago 6

Ringkasan Berita

  • Pemkot Surabaya menyiapkan puluhan titik overlay jalan untuk mengurangi genangan saat musim hujan.
  • Sejumlah kawasan rawan genangan seperti Tenggilis Mejoyo, Ngagel Madya, dan Surabaya Utara menjadi prioritas.
  • Periode Desember 2025–Januari 2026 difokuskan pada perbaikan jalan berlubang akibat curah hujan tinggi.
  • DSDABM mengerahkan Satgas Jalan dan Unit Reaksi Cepat untuk merespons laporan maksimal 1×24 jam.
  • Warga didorong aktif melapor melalui Aplikasi WargaKu, Sigap Jalan, CC 112, dan kanal resmi Pemkot.

Surabaya (pilar.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperkuat upaya peningkatan kualitas infrastruktur jalan untuk menekan genangan air dan kerusakan jalan selama musim hujan. Salah satu langkah yang disiapkan adalah pelaksanaan overlay jalan di puluhan titik yang selama ini menjadi langganan genangan.

Selain normalisasi saluran dan peningkatan kapasitas drainase, perbaikan jalan melalui metode overlay dinilai penting untuk mengurangi genangan yang kerap muncul akibat permukaan jalan yang sudah menurun kualitasnya.

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Dedy Purwito, menjelaskan bahwa peningkatan jalan menjadi bagian dari strategi terpadu pengendalian genangan, khususnya di wilayah rawan saat hujan deras.

Sejumlah lokasi telah ditetapkan sebagai prioritas overlay. Kawasan Tenggilis Mejoyo menjadi salah satu fokus utama karena sering mengalami genangan air. Selain itu, ruas Ngagel Madya di depan Sekolah Santa Clara juga masuk daftar penanganan. Di wilayah Surabaya Utara, beberapa titik di kawasan Perak seperti Teluk Bayur dan Teluk Nibung turut menjadi perhatian karena kondisi serupa.

Dedy menyampaikan bahwa pada periode Desember 2025 hingga Januari 2026, Pemkot Surabaya memprioritaskan perbaikan jalan berlubang yang jumlahnya meningkat seiring puncak musim hujan. Curah hujan tinggi dinilai menjadi faktor utama percepatan kerusakan permukaan jalan.

Dalam pelaksanaannya, DSDABM secara rutin memantau laporan kerusakan jalan yang masuk setiap hari. Setiap laporan ditargetkan dapat ditindaklanjuti maksimal dalam waktu 1×24 jam. Bahkan, dalam kondisi tertentu, jumlah titik perbaikan yang dikerjakan dalam satu hari bisa mencapai puluhan lokasi.

Untuk mendukung percepatan penanganan, Pemkot Surabaya mengerahkan Satuan Tugas (Satgas) Jalan yang bersifat mobile. Satgas ini terdiri dari sembilan kelompok, masing-masing beranggotakan sekitar 9–10 personel, dan disebar di seluruh wilayah kota, mulai dari Surabaya Selatan, Barat, Timur, Pusat, hingga Utara.

Selain Satgas Jalan, DSDABM juga mengoperasikan Unit Reaksi Cepat (URC) yang siap merespons laporan kerusakan jalan kapan pun diperlukan. Tim URC secara aktif berkeliling untuk memastikan kondisi jalan tetap aman bagi pengguna.

Pemkot Surabaya juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam melaporkan kerusakan jalan. Laporan dapat disampaikan melalui berbagai kanal, seperti Aplikasi WargaKu, aplikasi Sigap Jalan yang digunakan perangkat kelurahan dan kecamatan, media sosial resmi Pemkot Surabaya, hingga layanan Command Center (CC) 112.

Seluruh laporan yang masuk dipastikan akan ditindaklanjuti sebagai bagian dari komitmen Pemkot Surabaya dalam menjaga kualitas infrastruktur jalan dan keselamatan pengguna jalan, khususnya di tengah tantangan musim hujan.

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |