ASDP Perkuat Konektivitas Laut di Papua Barat Daya, Penopang Mobilitas Warga hingga Pariwisata Raja Ampat

2 days ago 11

Ringkasan Berita

  • Laut menjadi urat nadi kehidupan masyarakat kepulauan Papua Barat Daya.
  • ASDP mengoperasikan layanan penyeberangan dari Pelabuhan Klademak dan Arar.
  • Tercatat lebih dari 64 ribu penumpang dan 12 ribu kendaraan dilayani sepanjang 2025.
  • Jalur penyeberangan berperan penting dalam distribusi logistik dan akses wisata Raja Ampat.
  • ASDP berkomitmen menjaga layanan penyeberangan yang aman dan berkelanjutan di wilayah 3T.

Sorong (pilar.id) – Laut memiliki peran strategis bagi masyarakat kepulauan Papua Barat Daya. Selain menjadi jalur utama mobilitas penduduk, transportasi laut juga menghubungkan aktivitas ekonomi, pendidikan, hubungan sosial, hingga akses terhadap layanan kesehatan. Dalam konteks wilayah 3T (Tertinggal, Terluar, dan Terdepan), keberadaan konektivitas penyeberangan menjadi kebutuhan mendasar yang tidak tergantikan.

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus memperkuat kehadirannya di wilayah Sorong guna memastikan koneksi antarpulau tetap terjaga. Upaya tersebut dilakukan untuk mendukung kelancaran mobilitas warga sekaligus menjaga roda perekonomian masyarakat kepulauan agar tetap bergerak.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa pengoperasian kapal dari Pelabuhan Klademak di Kota Sorong dan Pelabuhan Arar di Kabupaten Sorong merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menjaga keberlanjutan konektivitas wilayah Papua Barat Daya. Menurutnya, layanan penyeberangan memiliki peran yang lebih luas dibanding sekadar angkutan penumpang dan kendaraan.

Kehadiran transportasi laut dinilai menjadi penghubung utama masyarakat dengan pusat-pusat kegiatan ekonomi, pendidikan, serta layanan publik. Dampaknya tidak hanya dirasakan pada kelancaran mobilitas, tetapi juga pada penguatan integrasi wilayah yang berkontribusi langsung terhadap perkembangan sosial dan ekonomi daerah.

Saat ini, ASDP Cabang Sorong mengelola 18 lintasan penyeberangan yang dilayani oleh empat armada, yakni KMP Kurisi, KMP Terubuk I, KMP Arar, dan KMP Kalabia. Armada tersebut beroperasi sepanjang tahun untuk memastikan kebutuhan transportasi masyarakat kepulauan tetap terpenuhi.

Sepanjang periode Januari hingga Desember 2025, layanan penyeberangan ASDP di Sorong tercatat melayani lebih dari 64 ribu penumpang serta sekitar 12 ribu unit kendaraan. Capaian ini menunjukkan tingginya ketergantungan masyarakat terhadap transportasi laut, baik untuk perjalanan keluarga, aktivitas ekonomi, maupun distribusi kebutuhan sehari-hari.

Menjaga Distribusi Logistik dan Akses Wisata

General Manager ASDP Cabang Sorong, Eko Yulianto, menyampaikan bahwa peran ASDP tidak hanya terbatas pada angkutan penumpang, tetapi juga menjaga kelancaran distribusi logistik antarpulau. Selama 2025, sekitar tiga ribu muatan barang telah diseberangkan, meliputi gula, kecap, mie instan, serta berbagai komoditas sembako lainnya.

Distribusi tersebut dinilai krusial dalam menjaga ketersediaan kebutuhan pokok bagi masyarakat kepulauan, sekaligus menekan disparitas harga akibat keterbatasan akses transportasi.

Di sisi lain, jalur penyeberangan Sorong juga berfungsi sebagai pintu utama menuju kawasan wisata unggulan Raja Ampat. Destinasi kelas dunia ini dikenal melalui keindahan Wayag, Manta Sandy, Kali Biru, serta beragam aktivitas wisata bahari seperti snorkeling, diving, island hopping, dan birdwatching.

Untuk mendukung akses menuju wilayah tersebut, ASDP melayani sejumlah lintasan strategis, antara lain Sorong–Waisai, Sorong–Waigeo, Sorong–Kalobo, Wejim–Kofiau, Arefi–Pam, serta Gag–Gebe. Bahkan sejak Oktober 2025, lintasan baru Foley–Waigama mulai dioperasikan guna memperluas akses masyarakat dan mendukung pertumbuhan sektor pariwisata.

Sebagai penghubung utama antarpulau, ASDP menegaskan komitmennya dalam menghadirkan layanan penyeberangan yang aman, andal, dan berkelanjutan. Upaya ini diharapkan mampu menjaga keterhubungan wilayah 3T, membuka peluang ekonomi baru, serta menumbuhkan optimisme dan harapan bagi masyarakat Papua Barat Daya. (ret/hdl)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |