Kesaksian warga soal temuan mayat bayi dibuang di Tamansari Jakbar

22 hours ago 15

Jakarta (ANTARA) - Warga RT 05 RW 02 Kelurahan Keagungan, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat, menceritakan temuan mayat bayi yang dibuang oleh pasangan kekasih dan dikubur di salah satu rumah roboh di kawasan tersebut, Rabu.

Salah satu warga sekitar bernama Marlina (61) mengaku dirinya bersama para tetangga terkejut dengan kedatangan petugas kepolisian ke perumahan mereka pada pukul 13.00 WIB.

Petugas polisi, kata Marlina, datang bersama seorang warga yang mereka kenal, yakni pria berinisial R (28), bersama kekasihnya, E, membuang bayi mereka di kawasan itu.

"Sekitar jam 1 ya ke sini dibawa sama polisi, menunjukkan tempat dia membuang jenazah bayi. Warga mulai ramai setelah pelakunya dibawa ke sini," kata Marlina kepada ANTARA di lokasi, Rabu sore.

Marlina menyebut R atau yang biasa disapa Oman itu adalah warga RT 07. Tempat tinggalnya terletak tak jauh dari lokasinya membuang bayi malang itu.

Dari percakapan polisi dengan pelaku R, Marlina mendengar informasi tentang bagaimana pelaku R membuang bayinya.

"Jadi cuman saya dengar gini, 'Kamu pakai apa?' kata polisi gitu kan. Dia (pelaku R) bilang dikarungin, ditaruh di situ (dalam tanah), terus dia masukin pakai karung, terus ditimpain lagi pakai batu-batu," kata Marlina.

Marlina mengaku sempat menyaksikan momen bayi malang itu dievakuasi.

"Bayi baru lahir, masih ada ari-arinya. Darah juga masih ada. Orang-orang mah pada ngelihat ya, masih ada darah. Jenazahnya dibawa pakai kantong oranye," imbuh Marlina.

Usai memberikan keterangan kepada polisi, pelaku R kembali dibawa ke Polsek Metro Tamansari untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Akhirnya tadi dia ngakuin, terus dibawa lagi ke Polsek tuh," kata Marlina.

Sebelumnya, Kepolisian berhasil meringkus pasangan kekasih yang diduga membuang bayi mereka di sebuah rumah roboh kawasan RT 05 RW 02 Kelurahan Keagungan, Tamansari, Jakarta Barat, Rabu.

"(Mengamankan) Inisialnya R untuk laki-laki, kemudian perempuannya E," kata Kapolsek Metro Tamansari Kompol Bobby M. Zulfikar saat dihubungi di Jakarta, Rabu.

Bobby mengatakan pelaku mengubur jasad bayi itu di sebuah rumah yang telah roboh.

"Kosong yang sudah tidak berbentuk rumah lah, ibaratnya gitu. Jadi ada bangunan kosong gitu yang sudah tidak ada atapnya. Di bawahnya itu kan ada tanah dan lain sebagainya, berantakan. Nah, dia (bayi) dikuburkan di situ," tutur Bobby.

Ia mengungkapkan saat bayi itu lahir, kedua orang tuanya panik. Tanpa pikir panjang, pasangan kekasih itu diduga langsung mengakhiri nyawa bayi itu, tepat setelah persalinan.

"Setelah panik kemudian menutup mulut, ya mulut bayi ini karena nangis ya. Setelah itu ya henti (nafas), meninggal," tutur Bobby.

Lebih lanjut, keduanya memutuskan untuk mengubur bayi itu di kawasan perumahan dekat tempat tinggal mereka.

Dengan dibungkus selimut, bayi berjenis kelamin perempuan itu dimasukkan ke dalam kardus. Kemudian, dimasukkan lagi ke dalam karung goni.

"Ditutup sama selimut, habis itu dikardusin, kemudian dikarung goniin," kata Bobby.

Hingga kini, kedua pelaku R dan E masih diamankan di Polsek Tamansari untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Baca juga: Pasangan kekasih yang buang bayi di Tamansari ditangkap polisi

Baca juga: Kementerian PPPA kawal penanganan kasus penjualan bayi ke Singapura

Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |