Ringkasan Berita
- Real Madrid menghadapi Benfica di leg pertama playoff Liga Champions di Lisbon.
- Álvaro Arbeloa menargetkan hasil positif sebelum leg kedua di Bernabeu.
- Kylian Mbappe menjadi andalan dengan 13 gol di kompetisi musim ini.
- Eduardo Camavinga menekankan pentingnya keseimbangan menyerang dan bertahan.
- Benfica diprediksi tampil agresif dengan dukungan penuh publik Estádio da Luz.
Lisboa (pilar.id) – Real Madrid kembali bertemu Benfica dalam lanjutan Liga Champions musim ini. Kedua tim akan saling berhadapan pada leg pertama babak playoff menuju 16 besar di Estádio da Luz, Lisbon, Rabu (18/2) pukul 03.00 WIB.
Pertandingan ini menjadi duel krusial karena hasil leg pertama akan sangat menentukan langkah kedua tim sebelum laga penentuan digelar di Santiago Bernabeu pekan depan.
Real Madrid melaju ke fase playoff setelah finis di peringkat kesembilan fase liga dengan catatan lima kemenangan dan tiga kekalahan. Tim berjuluk Los Blancos itu kini memburu tiket ke babak 16 besar dengan ambisi membawa pulang hasil positif dari kandang lawan.
Pelatih Álvaro Arbeloa menyadari tantangan berat yang menanti timnya di Lisbon. Dalam konferensi pers jelang laga, ia menekankan pentingnya fokus, konsentrasi penuh selama 90 menit, serta kemampuan menampilkan permainan terbaik di semua fase—bertahan maupun menyerang.
Arbeloa juga menegaskan bahwa target klub bukan sekadar menyingkirkan Benfica, melainkan melangkah sejauh mungkin di kompetisi elite Eropa tersebut.
Mbappe Jadi Andalan, Camavinga Tekankan Kolektivitas
Dalam laga ini, Real Madrid akan mengandalkan ketajaman Kylian Mbappe yang saat ini menjadi top skor kompetisi dengan 13 gol. Ketajaman sang penyerang diharapkan mampu membongkar lini pertahanan tuan rumah.
Gelandang Eduardo Camavinga turut menyampaikan pentingnya kerja kolektif tim. Ia menekankan bahwa keseimbangan antara menyerang dan bertahan menjadi kunci menghadapi tekanan Benfica di kandang sendiri.
Arbeloa juga memberi perhatian khusus pada soliditas lini tengah yang dihuni pemain seperti Federico Valverde, Aurelien Tchouameni, dan Camavinga. Menurutnya, permainan modern menuntut tim yang kompak, agresif dalam menekan, serta disiplin dalam bertahan.
Waspadai Intensitas Benfica
Arbeloa menilai Benfica akan tampil dengan karakter agresif dan intensitas tinggi, terutama dengan dukungan publik Estádio da Luz. Ia memprediksi tuan rumah tetap mempertahankan identitas permainan yang kompetitif dan menekan sejak awal laga.
Meski demikian, pelatih asal Spanyol itu menegaskan bahwa Real Madrid tidak datang untuk bertahan. Ia ingin timnya mampu menguasai permainan dan tampil dominan di wilayah lawan.
Pertemuan ini juga sarat gengsi, mengingat Estádio da Luz merupakan lokasi bersejarah bagi Real Madrid saat meraih gelar Liga Champions ke-10 atau “La Décima”.
Laga Penentu Arah Musim
Bagi Real Madrid, leg pertama ini menjadi fondasi penting sebelum tampil di Bernabeu pada leg kedua. Hasil positif di Lisbon akan memberikan keuntungan psikologis sekaligus memperbesar peluang lolos ke fase gugur.
Sementara bagi Benfica, bermain di kandang menjadi kesempatan emas untuk mencuri keunggulan lebih dulu.
Duel ini diprediksi berlangsung ketat dengan tempo tinggi, mengingat kedua tim sama-sama memiliki tradisi kuat di kompetisi Eropa. (mad/hdl)

10 hours ago
7

















































