X Sempat Tumbang Secara Global, Ribuan Pengguna di AS hingga Indonesia Terdampak

6 hours ago 6

Ringkasan Berita

  • X mengalami gangguan global pada 16 Februari 2026.
  • Lebih dari 40.000 laporan masuk dari AS, serta ribuan lainnya dari Inggris, India, dan Indonesia.
  • Pengguna mengalami timeline kosong, gagal login, hingga notifikasi error.
  • Penyebab resmi belum diumumkan oleh pihak perusahaan.
  • Layanan mulai pulih sekitar pukul 21.30 WIB.

Jakarta (pilar.id) – Platform media sosial X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter, mengalami gangguan teknis berskala global pada Senin, 16 Februari 2026. Insiden ini membuat puluhan ribu pengguna di berbagai negara tidak dapat mengakses layanan secara normal selama sekitar satu jam.

Gangguan terjadi hampir serentak di sejumlah wilayah, termasuk Amerika Serikat, Inggris, India, hingga Indonesia. Layanan dilaporkan mulai pulih secara bertahap pada malam hari waktu Indonesia Barat.

Kronologi Gangguan

Lonjakan laporan gangguan mulai terdeteksi sekitar pukul 08.00 waktu Eastern Time (ET) atau sekitar 20.00 WIB. Berdasarkan data dari Downdetector, jumlah laporan sempat melampaui 25.000 pada pukul 13.00 GMT dan bahkan menembus lebih dari 40.000 laporan dari Amerika Serikat saja.

Keluhan yang paling banyak disampaikan pengguna antara lain:

  • Linimasa (timeline) tidak memuat konten atau kosong
  • Muncul pesan kesalahan “Something went wrong. Try reloading”
  • Gagal login di aplikasi seluler maupun versi desktop
  • Gambar dan video tidak dapat dimuat

Gangguan ini bersifat global dan tidak terbatas pada wilayah tertentu, menunjukkan adanya potensi masalah pada sistem inti platform.

Dugaan Penyebab Gangguan

Hingga berita ini diturunkan, pihak X Corp belum memberikan pernyataan resmi terkait penyebab insiden tersebut. Pemilik X, Elon Musk, juga belum menyampaikan klarifikasi publik.

Namun, sejumlah analis teknologi menilai gangguan kemungkinan besar berasal dari masalah infrastruktur internal. Indikasi ini menguat karena layanan penyedia infrastruktur eksternal seperti Cloudflare terpantau normal saat gangguan berlangsung.

Beberapa kemungkinan penyebab yang berkembang di kalangan pengamat antara lain:

  • Kegagalan server atau database internal
  • Gangguan sinkronisasi antar pusat data (data center)
  • Beban sistem akibat pembaruan atau lonjakan trafik

Sebagai catatan, X juga sempat mengalami gangguan serupa pada Maret 2025. Selain itu, dalam beberapa tahun terakhir, gangguan layanan internet global juga pernah melibatkan penyedia besar seperti Microsoft melalui layanan Azure dan Amazon lewat AWS, yang berdampak pada ribuan situs dan aplikasi populer.

Dampak dan Respons Pengguna

Selama gangguan berlangsung, kata kunci terkait “X down” dan “Twitter error” sempat menjadi tren di berbagai platform media sosial lain. Banyak pengguna mengaku panik karena mengira akun mereka diretas atau diblokir.

Di Indonesia, sejumlah pengguna melaporkan tidak dapat memperbarui linimasa maupun mengunggah konten. Meski demikian, tidak ada indikasi kebocoran data atau insiden keamanan siber terkait gangguan ini.

Status Terkini

Layanan X mulai menunjukkan pemulihan sekitar pukul 21.30 WIB. Sebagian besar pengguna sudah dapat kembali mengakses linimasa mereka, meskipun beberapa fitur dilaporkan masih berjalan lebih lambat dari biasanya.

Hingga kini, penyebab pasti gangguan masih belum diumumkan secara resmi oleh perusahaan. Publik dan pelaku industri teknologi menantikan penjelasan lebih lanjut terkait stabilitas dan ketahanan sistem platform tersebut.

Gangguan ini kembali memunculkan pertanyaan tentang kesiapan infrastruktur digital global dalam menghadapi lonjakan trafik dan kompleksitas sistem yang terus berkembang di era media sosial modern. (usm/hdl)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |