Pemkot Surabaya Perluas CCTV di TPS dan Jalan Utama, 179 Titik Ditargetkan Terpantau

14 hours ago 12

Surabaya (pilar.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperluas jangkauan kamera pengawas atau CCTV di sejumlah titik strategis, mulai dari tempat penampungan sementara (TPS) hingga kawasan pedestrian dan jalan utama. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan pengawasan ketertiban dan keamanan masyarakat (Kamtibmas) sekaligus mendukung konsep kota pintar.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya, Eddy Christijanto, menjelaskan bahwa perluasan jaringan CCTV difokuskan pada titik-titik yang dinilai memiliki aktivitas tinggi. Pemerintah menargetkan sebanyak 179 lokasi TPS dapat terpantau kamera pengawas.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 146 titik telah terpasang dan beroperasi. Sementara 33 titik lainnya masih dalam tahap pemasangan karena terkendala ketersediaan infrastruktur pendukung seperti jaringan fiber optik dan listrik.

Menurut Eddy, beberapa TPS berada di wilayah dengan keterbatasan jaringan, sehingga membutuhkan koordinasi tambahan dengan penyedia layanan dan pemanfaatan sumber listrik alternatif, seperti penerangan jalan umum (PJU) maupun fasilitas umum lainnya.

Selain TPS, Pemkot Surabaya juga memperluas pengawasan di area pedestrian, khususnya di sepanjang jalan protokol. Untuk mempercepat perluasan cakupan, pemerintah menggandeng pelaku usaha seperti perkantoran, pusat perbelanjaan, dan toko.

Melalui kerja sama ini, pemkot tidak perlu menambah perangkat baru, melainkan cukup mengakses CCTV milik pihak swasta yang mengarah ke area luar, seperti jalan dan parkir umum. Hal ini dinilai lebih efisien sekaligus mempercepat integrasi sistem pengawasan kota.

Eddy menyebut, sedikitnya 70 pelaku usaha di kawasan jalan utama telah diajak berkolaborasi. Inisiatif ini turut melibatkan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, dalam upaya memperkuat pengawasan berbasis teknologi.

Namun demikian, proses integrasi tidak berjalan instan. Perbedaan merek dan spesifikasi CCTV menjadi tantangan tersendiri, sehingga Pemkot Surabaya saat ini tengah melakukan sinkronisasi sistem. Untuk itu, pemkot juga menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember guna mengkaji kemungkinan penyatuan berbagai perangkat dalam satu jaringan terpadu.

Jika proses ini berjalan sesuai rencana, integrasi awal ditargetkan mulai dapat diakses pada awal Mei 2026, dengan penyempurnaan bertahap hingga Agustus 2026, khususnya di ruas jalan utama.

Ke depan, akses CCTV ini tidak hanya digunakan oleh pemerintah kota, tetapi juga akan terhubung dengan aparat penegak hukum untuk mendukung respons cepat terhadap berbagai kejadian di lapangan. Seluruh sistem nantinya akan terkoneksi dengan layanan darurat Command Center 112.

Pemkot Surabaya memastikan bahwa akses yang diminta hanya terbatas pada kamera yang mengarah ke area publik. Langkah ini dilakukan untuk menjaga privasi pelaku usaha sekaligus tetap mengoptimalkan fungsi pengawasan di ruang terbuka. (usm)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |