Peran Manajer Investasi Tetap Krusial di Era Digital, Ini Sains di Balik Konstruksi Portofolio

10 hours ago 4

Ringkasan Berita

  • Peran manajer investasi dinilai tetap relevan di tengah kemudahan akses aplikasi investasi.
  • Proses konstruksi portofolio menggabungkan analisis kuantitatif, kualitatif, dan manajemen risiko.
  • Diversifikasi dilakukan secara dinamis berdasarkan korelasi dan faktor risiko.
  • MAMI memiliki 37 produk reksa dana dan meraih penghargaan internasional dari Asia Asset Management.

Jakarta (pilar.id) – Kemudahan membuka akun investasi dan membeli saham melalui aplikasi digital memunculkan pertanyaan: apakah manajer investasi masih relevan? Di tengah banjir informasi pasar dan volatilitas global, peran profesional pengelola dana justru dinilai semakin penting.

Menurut Ezra Nazula, Director & Chief Investment Officer Fixed Income Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI), di balik setiap portofolio profesional terdapat proses terstruktur yang jauh melampaui pendekatan investor ritel.

Ia menjelaskan bahwa pengelolaan dana masyarakat dalam reksa dana tidak dilakukan secara spontan, melainkan melalui metodologi yang disiplin dan teruji.

Di Balik Layar Tim Investasi

Proses pengambilan keputusan investasi di perusahaan manajer investasi menyerupai laboratorium riset. Setiap ide—baik terkait peluang valuasi, perubahan regulasi, maupun tren struktural seperti transisi energi—harus melewati pembahasan lintas tim.

Analis ekuitas, ekonom, spesialis kredit, hingga tim risiko terlibat dalam pengujian ide. Tujuannya bukan sekadar mencari kesepakatan cepat, tetapi menguji ketahanan argumen dari berbagai sudut pandang sebelum keputusan diambil.

Pendekatan ini membedakan pengelolaan dana profesional dengan keputusan investasi individu yang sering kali dipengaruhi sentimen pasar jangka pendek.

Perpaduan Analisis Kuantitatif dan Kualitatif

Ezra Nazula menekankan pentingnya kombinasi data dan penilaian profesional dalam membangun portofolio yang disiplin.

Secara kuantitatif, manajer investasi menggunakan model faktor untuk memahami eksposur gaya investasi seperti value, growth, atau momentum. Simulasi risiko dilakukan untuk menguji portofolio dalam berbagai skenario, termasuk resesi atau lonjakan suku bunga. Screening valuasi berbasis data historis panjang juga menjadi bagian dari proses ini.

Namun, angka tidak berdiri sendiri. Analisis kualitatif—mulai dari kunjungan perusahaan, wawancara manajemen, hingga pemahaman mendalam atas dinamika industri—membantu mengidentifikasi risiko yang tidak selalu tercermin dalam model matematis.

Kombinasi kedua pendekatan tersebut dinilai menciptakan keputusan investasi yang lebih konsisten dan terukur.

Diversifikasi Bukan Sekadar Banyak Aset

Teori diversifikasi sering dipahami sebagai memperbanyak jumlah instrumen, padahal inti diversifikasi adalah korelasi. Manajer investasi mendistribusikan risiko melalui berbagai kelas aset seperti saham, obligasi, pasar uang, hingga alternatif.

Selain itu, diversifikasi juga dilakukan berdasarkan wilayah geografis, sektor industri, tema investasi, faktor risiko seperti sensitivitas terhadap suku bunga dan inflasi, serta horizon waktu.

Pendekatan ini bersifat dinamis. Ketika korelasi antar sektor meningkat atau risiko tertentu menguat, komposisi portofolio disesuaikan untuk menjaga stabilitas.

Infrastruktur dan Tata Kelola yang Ketat

Industri pengelolaan aset didukung perangkat dan tata kelola yang tidak umum dimiliki investor individu. Kebijakan investasi internal menjaga disiplin dan batas risiko. Platform riset eksklusif menyediakan data historis panjang. Model risiko kredit menilai kesehatan keuangan emiten secara mendalam.

Selain itu, keputusan penting diawasi komite risiko dan dewan investasi untuk memastikan portofolio tetap tangguh menghadapi volatilitas.

Pada akhirnya, manajemen investasi bukan hanya soal mengejar imbal hasil, tetapi juga menjaga kepercayaan. Dalam dinamika pasar yang berubah cepat, manajer investasi berperan sebagai steward yang menggabungkan sains, pengalaman, dan disiplin untuk melindungi serta mengembangkan dana investor dalam jangka panjang.

Di tengah kemudahan akses investasi digital, pendekatan profesional yang terstruktur tetap menjadi fondasi penting dalam membangun portofolio yang berkelanjutan dan resilien. (ret/hdl)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |