PHR dan Pemkab Bengkalis Hidupkan Desa Wisata Balai Pungut melalui Festival Pacu Sampan Budaya

13 hours ago 7

Bengkalis (pilar.id) – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) bersama Pemerintah Kabupaten Bengkalis dan masyarakat menggelar Festival Pacu Sampan Tepian Batang Mandau di Desa Wisata Balai Pungut, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Rabu (19/8/2026). Mengusung tema “Merdeka Mengayuh, Mandiri Bertumbuh”, kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus upaya menghidupkan kembali tradisi lokal, memperkuat potensi desa wisata, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Festival yang berlangsung di Sungai Batang Mandau tersebut menyedot perhatian ribuan warga yang memadati tepian sungai. Puluhan peserta dengan sampan mereka berlomba mengayuh menembus arus, menghadirkan kembali tradisi yang memiliki keterkaitan erat dengan sejarah kehidupan masyarakat di kawasan tersebut.

Desa Balai Pungut memiliki nilai historis yang kuat, baik dari sisi budaya maupun perkembangan wilayah. Kawasan di Kecamatan Pinggir ini sejak lama menjadi bagian dari jalur kehidupan dan transportasi masyarakat, serta memiliki keterkaitan dengan mobilitas dan logistik pada masa awal perkembangan kegiatan hulu minyak dan gas di wilayah Blok Rokan.

Melalui Festival Pacu Sampan, kekayaan sejarah, budaya Melayu, dan jejak perkembangan industri migas dipadukan dalam sebuah kegiatan yang tidak hanya berorientasi pada pelestarian tradisi, tetapi juga pengembangan Desa Wisata Balai Pungut sebagai destinasi berbasis sejarah dan budaya.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari aktivasi program Community Involvement and Development (CID) PHR Zona Rokan. Program ini diarahkan untuk mendukung pelestarian budaya lokal, memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengelola potensi wisata, serta menciptakan dampak ekonomi yang lebih berkelanjutan bagi warga.

Sejak 2025, PHR telah melakukan pendampingan dalam pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), penyusunan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Desa (Ripardes), peningkatan kapasitas pengelolaan wisata dan pelayanan atau hospitality, hingga dukungan sarana dan prasarana penunjang Desa Wisata Balai Pungut.

Corporate Secretary PHR, Eviyanti Rofraida, mengatakan keterlibatan perusahaan dalam pengembangan masyarakat di sekitar wilayah operasi merupakan bagian dari komitmen PHR untuk tumbuh bersama masyarakat.

Menurut Eviyanti, keberadaan Festival Pacu Sampan menjadi ruang untuk mempererat hubungan antara masyarakat, pemerintah daerah, dan perusahaan, sekaligus menjadi pemantik bagi berkembangnya pariwisata berbasis sejarah dan budaya di Balai Pungut.

Ia menegaskan, PHR tidak hanya berfokus pada keandalan operasi hulu migas, tetapi juga berupaya hadir dalam pelestarian kearifan lokal dan penguatan kemandirian ekonomi masyarakat. Sinergi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat dinilai penting untuk menciptakan keberlanjutan pembangunan sekaligus mendukung hubungan yang harmonis di wilayah operasi Rokan.

Festival tersebut secara langsung dibuka oleh Bupati Bengkalis Kasmarni. Ia mengapresiasi komitmen PHR yang dinilai konsisten dalam melakukan pendampingan kepada masyarakat, termasuk dalam pelestarian budaya Melayu dan pengembangan ekonomi lokal.

Kasmarni menilai Balai Pungut memiliki potensi besar karena menyimpan sejarah budaya sekaligus jejak perkembangan industri migas. Menurutnya, Festival Pacu Sampan dapat menjadi instrumen untuk menghidupkan kembali tradisi masyarakat di Sungai Batang Mandau, sekaligus menggerakkan sektor UMKM dan pariwisata daerah.

Bagi Pemerintah Kabupaten Bengkalis, pengembangan potensi lokal membutuhkan semangat kolaborasi dan gotong royong. Kasmarni mengibaratkan pacu sampan sebagai gambaran pentingnya kekompakan dalam membangun desa dan daerah, karena sebuah tujuan akan lebih mudah dicapai ketika seluruh pihak bergerak dalam arah yang sama.

Melalui momentum festival ini, masyarakat juga diajak untuk meningkatkan kesadaran wisata dan menjaga kekayaan budaya yang menjadi identitas daerah. Pelestarian tradisi diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru bagi masyarakat desa.

Ketua Pokdarwis Balai Pungut, Erwin, menjelaskan bahwa pengembangan kawasan wisata tersebut berangkat dari keinginan pemerintah desa dan tokoh masyarakat untuk menjadikan Sungai Mandau tidak hanya sebagai ruang kehidupan masyarakat, tetapi juga sebagai destinasi yang merekam perjalanan sejarah Balai Pungut.

Menurut Erwin, pembentukan Pokdarwis kemudian menjadi langkah penting dalam mengorganisasi potensi wisata desa. Sejak mendapatkan pembinaan dari PHR pada 2025, pengelolaan wisata mulai diperkuat melalui peningkatan pengetahuan dan kemampuan masyarakat dalam manajemen destinasi.

Pendampingan tersebut, lanjutnya, turut memberikan dampak terhadap perkembangan aktivitas ekonomi warga. Selain penguatan pengelolaan wisata, masyarakat mulai mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah yang diharapkan dapat tumbuh seiring meningkatnya kunjungan ke Desa Wisata Balai Pungut.

Festival Pacu Sampan Tepian Batang Mandau juga dihadiri pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Bengkalis, jajaran pejabat Pemkab Bengkalis, tokoh masyarakat, pemuda Karang Taruna, BUMDes, serta masyarakat setempat.

Kolaborasi multipihak dalam festival ini diharapkan dapat memperkuat identitas Desa Wisata Balai Pungut sebagai destinasi berbasis sejarah dan budaya. Lebih dari sekadar perlombaan tradisional, Festival Pacu Sampan menjadi ruang pertemuan antara pelestarian warisan lokal, pemberdayaan masyarakat, pengembangan UMKM, dan penguatan ekonomi desa.

Dengan potensi sejarah, budaya, serta dukungan kolaborasi antara PHR, Pemerintah Kabupaten Bengkalis, dan masyarakat, Desa Wisata Balai Pungut diharapkan terus berkembang menjadi destinasi yang memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan. Upaya tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana pelestarian tradisi lokal dapat berjalan beriringan dengan pembangunan, kemandirian masyarakat, dan keberlanjutan aktivitas di kawasan Rokan. (ret/hdl)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |