Polisi tangkap dua pencopet yang beraksi di JPO Stasiun Jatinegara

3 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Kepolisian Sektor (Polsek) Jatinegara menangkap dua pencopet yang melakukan aksinya di kawasan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Stasiun Jatinegara, Jakarta Timur.

"Kami berhasil amankan dua orang yang biasa melakukan tindak pidana pencopetan di Stasiun Jatinegara, yakni berinisial BS (36) dan U (37)," kata Kapolsek Jatinegara Kompol Samsono di Mapolsek Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu.

Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat pada Selasa (7/4) sekitar pukul 16.00 WIB. Warga menginformasikan maraknya aksi pencopetan, khususnya di area JPO stasiun yang kerap dipadati penumpang.

"Menindaklanjuti laporan tersebut, kami langsung bergerak cepat dengan memerintahkan Unit Reskrim untuk melakukan penyelidikan di lokasi," ujar Samsono.

Kedua pelaku ditangkap pada Selasa (7/4) malam hari sekitar pukul 21.30 WIB di lokasi yang tidak jauh dari stasiun, tepatnya di kawasan lampu lalu lintas dekat Stasiun Jatinegara.

Kedua pelaku diamankan di tempat yang sama saat sedang mencari target korbannya. Penangkapan dilakukan berdasarkan ciri-ciri yang sebelumnya diberikan oleh pelapor.

"Kebetulan saat itu keduanya sedang nongkrong dan diduga hendak mencari mangsa. Anggota kami langsung mengamankan berdasarkan hasil penyelidikan dan keterangan saksi," jelas Samsono.

Baca juga: JPO Stasiun Jatinegara rawan copet, warga desak tindakan tegas

Dari hasil pemeriksaan, salah satu pelaku berinisial U diketahui merupakan sosok yang sempat viral di media sosial. Dia terekam kamera sedang membuntuti seorang pria dan mengambil telepon genggam dari dalam tas korban.

Sementara itu, pelaku lainnya berinisial BS juga diketahui telah beberapa kali melakukan aksi serupa, meskipun tidak terkait langsung dengan kejadian yang dilaporkan pada hari yang sama.

"Untuk pelaku BS, dia memang sudah beberapa kali melakukan pencopetan di wilayah tersebut, namun bukan pada kejadian yang dilaporkan kemarin," ujar Samsono.

Saat ini, kedua pelaku telah diamankan di Polsek Jatinegara untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya korban lain serta jaringan pelaku pencopetan di kawasan tersebut.

Samsono mengimbau masyarakat, khususnya pengguna jasa transportasi kereta api untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintas di area padat seperti JPO dan sekitar stasiun.

"Kami mengimbau kepada masyarakat agar selalu berhati-hati terhadap barang bawaan, terutama di tempat-tempat ramai yang rawan tindak kejahatan," ucap Samsono.

Baca juga: Polisi tangkap dua pencopet saat HBKB di Bundaran HI

Sebelumnya, warga sekitar dan pengguna transportasi meresahkan maraknya aksi komplotan pencopetan di sekitar jembatan penyeberangan orang (JPO) Stasiun Jatinegara, Jakarta Timur (Jaktim).

Seorang ojek pangkalan di sekitar stasiun, Edi (62) mengungkapkan, aktivitas mencurigakan di area JPO bukanlah hal baru.

"Iya, memang sudah biasa ini banyak yang nongkrong di sepanjang trotoar dan JPO. Nanti kalau turun dari JPO, ada saja warga yang kecopetan," kata Edi di kawasan Stasiun Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu.

Menurutnya, orang-orang tersebut bukan berasal dari lingkungan sekitar. Mereka terlihat berkumpul hampir setiap hari dan diduga menjadi pelaku aksi kejahatan jalanan.

Adapun aksi pencopetan ini viral di media sosial aksi salah satu pelaku pencopetan yang direkam saksi saat sedang beraksi.

Dalam Instagram @jakarta.ku terlihat pelaku membuntuti korban yang menggunakan tas gemblok ke belakang. Pelaku mengambil barang-barang berharga milik korban.

Terlihat saksi takut meneriaki korban karena banyak anggota komplotan copet di sekitar trotoar Jalan Raya Bekasi Barat, tepatnya JPO Stasiun Jatinegara.

Baca juga: Polisi tangkap lima pencopet saat konser musik di kawasan Ancol

Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |