Gubernur Khofifah Serahkan Bonus Rp8 Miliar untuk Atlet SEA Games 2025, Tegaskan Jatim Lumbung Prestasi Olahraga

3 days ago 18

Ringkasan Berita

  • Pemprov Jatim mengalokasikan bonus Rp8 miliar untuk 161 atlet dan pelatih SEA Games 2025
  • Atlet Jatim menyumbang 34 emas, 35 perak, dan 35 perunggu untuk Indonesia
  • Martina Ayu Pratiwi jadi atlet tersukses dengan 5 emas dan 2 perak
  • Jawa Timur menjadi provinsi pertama yang mencairkan bonus SEA Games 2025

Surabaya (pilar.id) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu kekuatan utama olahraga nasional. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara simbolis menyerahkan bonus prestasi kepada 161 atlet dan pelatih asal Jatim yang berlaga di SEA Games XXXIII 2025 Thailand.

Penyerahan apresiasi dilakukan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (30/1), didampingi Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak serta Ketua KONI Jatim Muhammad Nabil. Total anggaran yang dikucurkan mencapai Rp8 miliar sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi signifikan atlet Jatim bagi kontingen Indonesia.

Dari total penerima, terdiri atas 100 atlet peraih medali, 34 atlet nonmedali, serta 27 pelatih. Atlet dan pelatih asal Jawa Timur tercatat menyumbangkan 34 medali emas, 35 perak, dan 35 perunggu, atau sekitar 34 persen dari total raihan medali Indonesia di ajang dua tahunan Asia Tenggara tersebut.

Gubernur Khofifah menekankan bahwa capaian ini merupakan buah dari kerja keras, disiplin, serta sistem pembinaan olahraga yang terus dibangun secara berkelanjutan di Jawa Timur. Menurutnya, prestasi tersebut bukan hanya membanggakan daerah, tetapi juga membawa nama Indonesia di tingkat regional dan global.

Salah satu sorotan utama datang dari cabang olahraga triathlon. Atlet muda asal Gresik, Martina Ayu Pratiwi, mencatatkan sejarah dengan meraih total tujuh medali, terdiri dari lima emas dan dua perak. Prestasi tersebut menjadikannya atlet tersukses Indonesia di SEA Games 2025, sekaligus mengukuhkan julukan “Ratu Endurance”.

Khofifah menilai capaian Martina sebagai bukti bahwa Jawa Timur memiliki talenta muda berkelas dunia yang harus dijaga ekosistem pembinaannya, baik dari sisi pelatih, organisasi olahraga, hingga dukungan pemerintah. Ia juga mendorong agar prestasi serupa dapat terus ditingkatkan pada ajang yang lebih prestisius, seperti Asian Games dan Olimpiade.

Lebih jauh, Gubernur menegaskan bahwa pemberian bonus bukanlah akhir dari perhatian pemerintah. Pemprov Jatim berkomitmen untuk terus memperkuat sistem pembinaan atlet, mulai dari usia dini hingga level elite, sebagai bagian dari strategi menjadikan Jawa Timur lumbung atlet berprestasi bagi Indonesia dan dunia.

Sementara itu, Ketua KONI Jatim Muhammad Nabil mengapresiasi langkah cepat Pemprov Jatim yang menjadi provinsi pertama di Indonesia yang mencairkan bonus bagi atlet SEA Games 2025. Ia menilai perhatian tersebut menjadi motivasi besar bagi atlet untuk terus mengharumkan nama daerah dan negara.

Dari sisi atlet, Martina Ayu Pratiwi menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan pemerintah daerah. Menurutnya, apresiasi tersebut tidak hanya bernilai materi, tetapi juga menjadi penyemangat moral untuk terus berprestasi dan menginspirasi generasi muda Jawa Timur.

Sebagai informasi, besaran bonus yang diterima atlet disesuaikan dengan kategori perorangan dan beregu. Atlet perorangan peraih emas menerima Rp73,1 juta, perak Rp43,6 juta, dan perunggu Rp24,1 juta. Sementara bonus beregu disesuaikan dengan jumlah anggota tim, dengan nilai tertinggi Rp68,2 juta untuk emas dan terendah Rp12,1 juta untuk perunggu.

Melalui apresiasi ini, Jawa Timur kembali menegaskan perannya sebagai fondasi penting prestasi olahraga nasional—sebuah komitmen yang tidak berhenti pada SEA Games, tetapi berlanjut menuju panggung dunia. (usm)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |