Summary Point
- Hansi Flick sejalan dengan pandangan Mikel Arteta soal pentingnya peran pemain pengganti.
- Barcelona membutuhkan kemenangan atas Copenhagen untuk mengamankan posisi delapan besar Liga Champions.
- Ferran Torres kembali tersedia setelah pulih dari cedera hamstring.
- Pedri dipastikan absen akibat cedera otot.
- Flick menilai format baru Liga Champions memberi persaingan lebih ketat dan menarik.
Barcelona (pilar.id) – Pelatih Barcelona Hansi Flick menyatakan dukungannya terhadap pandangan manajer Arsenal Mikel Arteta terkait peran pemain pengganti dalam sepak bola modern. Dukungan tersebut disampaikan Flick menjelang laga penting Barcelona menghadapi Copenhagen pada lanjutan fase liga Liga Champions, pertandingan yang berpotensi menentukan peluang Blaugrana finis di delapan besar.
Sebelumnya, Arteta menyoroti pentingnya mengubah sudut pandang terhadap istilah pemain inti dan cadangan. Ia menilai pemain yang masuk dari bangku cadangan—yang kerap disebut finishers—memiliki kontribusi krusial dalam menentukan hasil pertandingan. Flick menilai pendekatan tersebut relevan dan telah menjadi bagian dari filosofi tim modern.
Menurut Flick, kekuatan sebuah tim tidak hanya ditentukan oleh sebelas pemain awal, tetapi juga oleh kualitas pemain yang mampu memberikan dampak di fase akhir pertandingan. Ia menekankan bahwa seluruh skuad harus siap tampil di level tertinggi kapan pun dibutuhkan, sekaligus menjaga semangat kolektivitas dalam tim.
Menjelang laga melawan Copenhagen, Barcelona menerima kabar positif dengan kembalinya Ferran Torres ke dalam skuad. Penyerang asal Spanyol itu sempat absen akibat cedera hamstring, namun telah kembali berlatih penuh dan dinilai siap tampil. Kehadirannya memberi Flick lebih banyak opsi di lini depan, terutama setelah Robert Lewandowski bermain dalam dua laga terakhir tanpa rotasi.
Di sisi lain, Barcelona harus kehilangan Pedri Gonzalez yang masih menepi karena cedera otot. Meski demikian, Flick menegaskan bahwa kedalaman skuad menjadi kekuatan utama timnya. Ia menilai para pemain pelapis memiliki kapasitas untuk menjaga keseimbangan permainan dan kontrol laga, termasuk dalam pertandingan berintensitas tinggi seperti Liga Champions.
Saat ini, Barcelona berada di luar posisi delapan besar klasemen fase liga berdasarkan selisih gol. Situasi tersebut membuat laga kontra Copenhagen menjadi krusial, mengingat sejumlah tim lain juga masih memiliki peluang menyalip. Copenhagen sendiri berada di papan bawah dan membutuhkan kemenangan untuk menjaga asa lolos ke fase gugur.
Flick menegaskan bahwa timnya fokus pada performa sendiri dan tetap menghormati kekuatan lawan. Ia menilai Copenhagen akan tampil dengan motivasi tinggi, sehingga Barcelona dituntut bermain pada level terbaik untuk mengamankan target finis di delapan besar.
Selain itu, Flick juga menyambut positif format baru Liga Champions musim ini. Ia menilai sistem tersebut menghadirkan persaingan yang lebih ketat dan membuka peluang lebih luas bagi banyak tim untuk bersaing hingga laga terakhir fase liga.
Dengan situasi klasemen yang masih terbuka dan jadwal yang menentukan, Barcelona dituntut memaksimalkan peran seluruh pemain, baik starter maupun pengganti, untuk menjaga peluang melangkah lebih jauh di kompetisi elit Eropa tersebut. (mad/hdl)

1 week ago
22

















































