Summary Point
- Pemadaman listrik global sepanjang 2025 menegaskan pentingnya modernisasi jaringan listrik.
- Huawei menempatkan otomatisasi, digitalisasi, dan AI sebagai pilar utama transformasi ketenagalistrikan.
- Jaringan distribusi dinilai menjadi titik kritis dalam sistem listrik masa depan.
- Huawei mengembangkan Intelligent Distribution Solution untuk meningkatkan transparansi tegangan rendah.
- Inovasi digital ketenagalistrikan Huawei dipamerkan di Mobile World Congress 2026 Barcelona.
Barcelona (pilar.id) — Huawei menempatkan otomatisasi, digitalisasi, dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) sebagai fondasi utama dalam modernisasi jaringan listrik global. Strategi ini dinilai krusial di tengah meningkatnya risiko gangguan pasokan listrik serta percepatan transisi menuju sistem energi rendah karbon.
Sepanjang 2025, lebih dari 10 pemadaman listrik berskala besar tercatat terjadi di berbagai negara dan berdampak pada lebih dari 1,2 miliar orang. Kondisi tersebut menegaskan bahwa stabilitas sistem ketenagalistrikan masih menjadi tantangan utama bagi perusahaan listrik dunia, bahkan sebelum masuk ke fase transformasi energi yang lebih kompleks.
Di saat yang sama, tuntutan menuju netralitas karbon mendorong integrasi energi terbarukan secara masif serta elektrifikasi di berbagai sektor. Masuknya pembangkit energi baru, pola konsumsi yang semakin dinamis, serta beban listrik yang sulit diprediksi menuntut jaringan listrik yang jauh lebih fleksibel dibandingkan sistem konvensional.
Huawei menilai peran jaringan listrik kini bergeser, tidak lagi sekadar sebagai sarana transmisi, tetapi menjadi elemen inti dalam ekosistem transisi energi. Dalam konteks ini, digitalisasi dan AI tidak lagi diposisikan sebagai fitur tambahan, melainkan sebagai komponen esensial dalam sistem pembangkitan dan distribusi tenaga listrik modern.
Pendekatan tersebut menekankan integrasi teknologi digital ke seluruh rantai nilai ketenagalistrikan, mulai dari perencanaan, operasional, hingga pemeliharaan. Dengan dukungan telekomunikasi dan AI, proses produksi dan operasi jaringan listrik dapat direstrukturisasi agar lebih adaptif, stabil, dan responsif terhadap perubahan beban.
Jaringan Distribusi Jadi Titik Kritis Transformasi
Huawei memandang jaringan distribusi sebagai area paling krusial dalam sistem ketenagalistrikan masa depan. Meningkatnya pembangkit listrik tenaga surya terdistribusi, sistem penyimpanan energi, stasiun pengisian kendaraan listrik, serta potensi transaksi energi di sisi pengguna, menambah kompleksitas dalam menjaga keseimbangan dan keamanan jaringan.
Tantangan utama terletak pada kurangnya visibilitas di tingkat tegangan rendah, khususnya pada jaringan 400 volt. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Huawei bersama mitranya mengembangkan Intelligent Distribution Solution (IDS), sebuah solusi distribusi cerdas yang dirancang untuk meningkatkan transparansi, pengelolaan tegangan, serta stabilitas jaringan distribusi.
Solusi ini memungkinkan operator listrik memantau kondisi jaringan secara real-time, mengantisipasi gangguan lebih dini, serta mengoptimalkan pemanfaatan sumber energi terbarukan yang fluktuatif.
Fokus Inovasi di Mobile World Congress 2026
Dalam ajang Mobile World Congress (MWC) 2026 di Barcelona, Huawei dijadwalkan memamerkan penerapan AI terbaru untuk sektor ketenagalistrikan. Inovasi yang ditampilkan mencakup solusi distribusi listrik cerdas, digitalisasi gardu induk, hingga sistem inspeksi pembangkit listrik berbasis AI.
Melalui pendekatan ini, Huawei menargetkan terciptanya jaringan listrik yang tidak hanya stabil, tetapi juga memiliki fleksibilitas tinggi untuk mendukung transformasi energi global secara berkelanjutan. (ret/hdl)

1 week ago
29

















































