Lombok Tengah (pilar.id) – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong percepatan investasi strategis di kawasan The Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Pada Rabu, 14 Januari 2026, ITDC resmi menjalin kerja sama dengan PT SAPO Development Lombok, perusahaan penanaman modal asing (PMA) yang terafiliasi dengan grup investor asal Spanyol. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Land Utilization and Development Agreement (LUDA) untuk pemanfaatan dan pengelolaan lahan Lot KGH1 dan KGH2 di kawasan The Mandalika.
Melalui kesepakatan ini, PT SAPO Development Lombok akan mengembangkan fasilitas akomodasi berupa high-end villa atau vila premium yang menyasar wisatawan segmen leisure. Proyek ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman menginap berbasis experiential stay yang mengedepankan kenyamanan, privasi, dan kualitas layanan berkelas internasional.
Direktur Komersial ITDC, Febrina Meidiana, menyampaikan bahwa masuknya investasi asing tersebut menjadi sinyal positif atas meningkatnya kepercayaan investor global terhadap pengelolaan dan prospek The Mandalika sebagai destinasi pariwisata kelas dunia.
“Kerja sama ini menunjukkan bahwa The Mandalika semakin dipercaya sebagai kawasan investasi yang terkelola dengan baik, memiliki kepastian hukum, serta menawarkan potensi pengembangan yang berkelanjutan.”
“Kehadiran investor asal Spanyol ini juga memperkuat positioning The Mandalika sebagai destinasi yang menarik bagi pasar global,” ujar Febrina.
Adapun total nilai investasi yang ditanamkan PT SAPO Development Lombok mencapai EUR 2,76 juta atau setara dengan Rp54,17 miliar. Seluruh dana tersebut dialokasikan khusus untuk pengembangan Lot KGH1 dan KGH2.
Dengan terealisasinya kerja sama ini, nilai investasi kumulatif di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika hingga tahun 2025 tercatat telah mencapai Rp5,96 triliun. Angka tersebut mencerminkan tren pertumbuhan investasi yang konsisten sejak kawasan ini dikembangkan sebagai destinasi pariwisata prioritas nasional.
Febrina menambahkan bahwa setiap proyek yang masuk ke kawasan The Mandalika wajib mengacu pada masterplan kawasan serta mematuhi standar desain dan tata kelola yang telah ditetapkan oleh ITDC. Hal ini dilakukan untuk menjaga kesinambungan pengembangan kawasan sekaligus memastikan kualitas lingkungan dan investasi jangka panjang.
ITDC juga menegaskan bahwa seluruh kerja sama pemanfaatan lahan dilakukan secara terukur dan bertanggung jawab, dengan memperhatikan keseimbangan antara kepentingan bisnis, kelestarian kawasan, serta pemberdayaan masyarakat lokal.
“ITDC berharap pengembangan villa ini tak hanya memberikan nilai tambah bagi investor dan kawasan, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi yang luas.
“Mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga penguatan ekosistem pariwisata lokal di Nusa Tenggara Barat, sejalan dengan upaya mendorong The Mandalika sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia,” tutup Febrina. (ret)

2 weeks ago
35

















































