Kisah Sofi Sonia Karbela, Alumni UNAIR yang Dirikan Bumi Ceria Sensory Class Pertama di Pasuruan

2 months ago 92

Surabaya (pilar.id) – Dari seorang lulusan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga (UNAIR), Sofi Sonia Karbela kini dikenal sebagai sosok inspiratif di dunia pendidikan anak. Ia berhasil mendirikan Bumi Ceria Sensory Class, lembaga pengembangan sensorik dan tumbuh kembang anak pertama di Pasuruan, Jawa Timur.

Didirikan pada masa pandemi, lembaga ini menjadi bukti nyata bahwa ketulusan dan pengalaman pribadi bisa menjadi fondasi kuat untuk membawa perubahan bagi banyak keluarga.

Berawal dari Perjuangan Seorang Ibu

Kisah Sofi berawal ketika ia memutuskan berhenti bekerja di sektor perikanan setelah menikah dan mengandung anak pertamanya. Pandemi COVID-19 membuatnya fokus menjadi ibu rumah tangga penuh waktu, namun perjuangannya tidak berhenti di situ.

“Anak saya punya alergi cukup banyak, sampai saya harus puasa selama satu tahun agar dia bisa tetap minum ASI,” kenangnya.

Perjuangan itu semakin berat saat sang anak mengalami speech delay dan stunting di usia dua tahun. Berangkat dari kekhawatiran itu, Sofi mulai mempelajari dunia tumbuh kembang anak dan sensory play melalui berbagai kelas di Surabaya. Ia juga rutin menjalani terapi wicara dan okupasi demi perkembangan buah hatinya.

Dari pengalaman tersebut, Sofi memahami pentingnya stimulasi sensorik dan nutrisi seimbang bagi perkembangan otak anak. Kesadaran inilah yang menjadi cikal bakal lahirnya Bumi Ceria Sensory Class.

Membangun Bumi Ceria dari Nol

Dengan modal dari hasil kontrakan rumah, Sofi memberanikan diri membuka kelas sensory play di halaman rumahnya di Pasuruan. Ia menggandeng beberapa tenaga pendidik muda untuk mengisi kelas dan memulai kegiatan secara sederhana.

“Saya sadar bukan dari jurusan pendidikan anak, jadi saya ajak teman-teman yang punya latar belakang itu. Kami belajar dan tumbuh bersama,” ujar Sofi.

Awalnya, kelas ini diberikan gratis untuk memperkenalkan konsep sensory play kepada masyarakat. Perlahan, antusiasme orang tua meningkat. Kini, Bumi Ceria telah berkembang menjadi daycare dan preschool dengan 17 murid aktif di hari kerja serta 26 anak yang mengikuti program Sensory Class setiap akhir pekan.

Selain itu, Sofi juga membuka kelas privat bagi guru dan pengasuh untuk menambah penghasilan sekaligus meningkatkan kualitas pendampingan anak.

Ruang Tumbuh untuk Anak dan Perempuan

Lebih dari sekadar tempat belajar, Bumi Ceria menjadi ruang pemberdayaan perempuan muda di Pasuruan. Sebagian besar pengajarnya adalah perempuan yang sebelumnya belum memiliki pekerjaan tetap.

“Saya pernah jadi karyawan, tahu rasanya ditekan. Di sini saya ingin mereka bekerja dengan nyaman tapi tetap bertanggung jawab,” tutur Sofi.

Ia juga menekankan pentingnya nilai adab, empati, dan kemandirian dalam proses pendidikan anak usia dini. “Saya ingin anak-anak tumbuh di lingkungan yang suportif, punya karakter baik, dan siap menghadapi dunia sekolah yang lebih formal,” tambahnya.

Berbagi Ilmu dan Menginspirasi

Kini, kiprah Sofi tidak berhenti di lembaga yang ia bangun. Ia aktif membantu mahasiswa dan peneliti muda dari berbagai universitas, termasuk UNAIR, yang ingin meneliti topik tumbuh kembang anak dan pendidikan usia dini.

“Sering ada mahasiswa psikologi, kebidanan, sampai pendidikan anak datang ke sini untuk penelitian. Saya senang bisa bantu,” ungkapnya.

Melalui perjuangannya, Sofi membuktikan bahwa alumni UNAIR dari bidang apa pun dapat memberi kontribusi besar bagi masyarakat. Kunci utamanya, menurutnya, adalah keberanian untuk belajar, beradaptasi, dan berbagi.

Dengan konsep edukasi berbasis sensorik dan pendekatan personal terhadap setiap anak, Bumi Ceria Sensory Class bukan hanya tempat belajar, tapi juga wadah untuk tumbuh — baik bagi anak-anak maupun para perempuan muda yang menjadi bagian di dalamnya.

“Di era modern ini, saya ingin anak-anak tumbuh lebih baik dari generasi kita. Jangan sampai kesalahan pola asuh dulu terulang lagi,” pungkas Sofi Sonia Karbela dengan senyum hangat. (rio)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |