Minat Baca Gen Z Meningkat, Konsumsi Hiburan Digital di Indonesia Menurun pada 2025

1 week ago 32

Summary Point

  • Aktivitas hiburan digital di Indonesia menurun pada semester kedua 2025, terutama streaming OTT, media sosial, dan musik streaming.
  • Survei Jakpat melibatkan 2.240 responden menunjukkan 83% masih menggunakan media sosial, turun 9% dibandingkan 2024.
  • Aktivitas membaca buku, komik, dan novel digital meningkat, terutama di kalangan Gen Z (26%).
  • Sub-komunitas BookTok (TikTok) dan Bookstagram (Instagram) mendorong literasi menjadi tren sosial dan simbol identitas.
  • Fenomena ini sejalan dengan data BPS yang menunjukkan kenaikan indeks kegemaran membaca dari 66,77% (2023) menjadi 72,44% (2024).

 Konsumsi hiburan digital menurun, tapi minat baca Gen Z naik, dorong literasi buku jadi tren sosial di Indonesia 2025.Survei Jakpat: Konsumsi hiburan digital menurun, tapi minat baca Gen Z naik, dorong literasi buku jadi tren sosial di Indonesia 2025 (sumber: jakpat)

Jakarta (pilar.id) — Tren konsumsi hiburan digital di Indonesia mengalami pergeseran signifikan pada semester kedua tahun 2025. Survei Jakpat yang melibatkan 2.240 responden menunjukkan penurunan minat masyarakat terhadap aktivitas hiburan seluler, termasuk media sosial, streaming musik, dan gim digital.

Data Jakpat mencatat penggunaan media sosial seperti YouTube, Instagram, dan TikTok oleh responden mencapai 83%, turun 9% dibandingkan tahun sebelumnya. Aktivitas lain seperti bermain gim tercatat 40%, mendengarkan musik di platform streaming 34%, membaca buku, komik, atau novel digital 22%, dan mendengarkan podcast 13%. Penurunan paling drastis terjadi pada streaming over-the-top (OTT) seperti Netflix, Vidio, dan Viu, dari 48% menjadi 14% dalam satu tahun.

Di tengah tren menurun itu, aktivitas membaca menunjukkan peningkatan yang menarik, terutama di kalangan Gen Z. Survei Jakpat mencatat 26% Gen Z memilih membaca sebagai aktivitas digital utama, dibanding 20% pada Milenial dan 18% pada Gen X.

Head of Research Jakpat, Aska Primardi, menyebutkan bahwa Gen Z mulai menggeser waktu layar mereka dari konsumsi konten pasif ke kegiatan membaca yang memberikan kedalaman makna dan ketenangan mental. Kenaikan ini juga tercermin dari data BPS, yang menunjukkan indeks kegemaran membaca meningkat dari 66,77% di 2023 menjadi 72,44% di 2024.

Fenomena literasi digital ini tidak terjadi secara organik, melainkan dipengaruhi algoritma media sosial. Sub-komunitas seperti BookTok di TikTok dan Bookstagram di Instagram berhasil mempromosikan membaca sebagai tren sosial. Aktivitas membaca kini dilihat sebagai simbol status dan identitas baru bagi Gen Z, bukan hanya tugas akademik. Aska menambahkan bahwa pendekatan ini menjadikan membaca lebih interaktif, emosional, dan “keren” di mata generasi muda.

Dengan pergeseran ini, para penggiat literasi melihat peluang besar untuk memperkuat budaya membaca di kalangan generasi muda. Transformasi ini juga menunjukkan bahwa media sosial dapat menjadi alat efektif dalam mempopulerkan kegiatan edukatif, mengubah perilaku digital masyarakat tanpa mengurangi hiburan digital secara keseluruhan. (usm/hdl)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |