Jakarta (pilar.id) – OpenAI secara resmi meluncurkan ChatGPT for Healthcare, sebuah layanan kecerdasan buatan yang dirancang khusus untuk menjawab pertanyaan seputar kesehatan dan kebugaran. Layanan ini beroperasi dalam ruang terpisah dari ChatGPT reguler, dengan fokus pada peningkatan keandalan informasi medis serta perlindungan data pengguna.
Peluncuran tersebut menandai langkah strategis OpenAI dalam memperluas pemanfaatan AI di sektor kesehatan. Perusahaan menyebutkan bahwa lebih dari 230 juta pengguna di seluruh dunia setiap pekan memanfaatkan ChatGPT untuk menanyakan isu kesehatan dan kebugaran. Tingginya kebutuhan ini mendorong pengembangan layanan yang lebih terfokus dan terkurasi.
Sejumlah institusi medis terkemuka telah mengadopsi teknologi ini, di antaranya AdventHealth, Baylor Scott & White Health, serta Boston Children’s Hospital. Pemanfaatan model AI ini dinilai membantu penyedia layanan kesehatan dalam memberikan informasi awal yang relevan dan mendukung edukasi pasien.
Dalam ChatGPT for Healthcare, OpenAI mengandalkan sumber-sumber otoritatif untuk meningkatkan akurasi jawaban. Informasi yang disajikan didasarkan pada jutaan publikasi ilmiah yang telah melalui proses penelaahan sejawat, panduan kesehatan publik, serta pedoman klinis yang diakui secara internasional. Pendekatan ini ditujukan untuk meminimalkan risiko misinformasi medis.
Langkah OpenAI ini sejalan dengan tren global, termasuk di China. Ant Group, afiliasi Alibaba, sebelumnya memperbarui aplikasi kesehatan berbasis AI miliknya menjadi “Ant Afu”. Aplikasi tersebut difokuskan pada manajemen kesehatan personal berbasis kecerdasan buatan, dengan nama Afu yang bermakna keberkahan dan kesejahteraan.
Sekitar satu bulan setelah pembaruan, Ant Afu mencatatkan 30 juta pengguna aktif bulanan dan lebih dari 10 juta pertanyaan harian. Ant Group juga mengintegrasikan tenaga medis manusia ke dalam layanannya, dengan menghubungkan pengguna kepada sekitar 300 ribu dokter berlisensi untuk konsultasi daring. Hingga saat ini, lebih dari 27 juta pertanyaan kesehatan telah ditangani melalui platform tersebut.
Isu privasi menjadi perhatian utama dalam pengembangan layanan AI kesehatan. OpenAI menegaskan bahwa ChatGPT for Healthcare dilengkapi dengan perlindungan data yang lebih ketat. Percakapan pengguna dalam layanan ini tidak digunakan untuk melatih model dasar OpenAI, sehingga kerahasiaan informasi kesehatan pribadi tetap terjaga.
Dengan peluncuran ChatGPT for Healthcare, OpenAI memperkuat posisinya dalam ekosistem teknologi kesehatan global. Inisiatif ini diharapkan dapat melengkapi sistem layanan kesehatan konvensional, meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, serta membuka peluang kolaborasi lebih luas antara teknologi AI dan tenaga medis profesional. (ret/hdl)

3 weeks ago
43

















































