Phapros Kembali Raih PROPER Hijau 2025, Bukti Komitmen Lingkungan dan Kinerja Berkelanjutan

7 hours ago 9

Jakarta (pilar.id) – PT Phapros Tbk (PEHA) kembali menegaskan komitmennya terhadap praktik bisnis berkelanjutan dengan meraih penghargaan PROPER Hijau 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas kinerja perusahaan yang tidak hanya memenuhi standar lingkungan, tetapi juga melampauinya.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara resmi di Jakarta yang turut dihadiri Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq. Dalam kesempatan itu, pemerintah menekankan bahwa PROPER kini telah berkembang menjadi instrumen transformasi yang mendorong dunia usaha berinovasi dan berkontribusi lebih luas terhadap lingkungan dan masyarakat.

Phapros menunjukkan konsistensinya melalui berbagai program keberlanjutan yang terintegrasi dalam operasional perusahaan. Upaya tersebut mencakup efisiensi energi dan air, pengurangan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), pengelolaan sampah non-B3 berbasis prinsip 3R, serta penerapan analisis siklus hidup produk atau life cycle assessment (LCA).

Plt. Direktur Utama Phapros, Ida Rahmi Kurniasih, menyampaikan bahwa keberhasilan ini sejalan dengan strategi perusahaan dalam mendukung target net zero emission nasional pada 2060 atau lebih cepat. Ia menekankan bahwa keberlanjutan telah menjadi bagian dari strategi bisnis yang berdampak langsung terhadap efisiensi dan pertumbuhan kinerja perusahaan.

Sepanjang 2025, Phapros mengimplementasikan puluhan program berbasis lingkungan yang memberikan dampak signifikan. Di sektor energi, perusahaan menjalankan 16 program efisiensi dengan total penghematan mencapai 33.824,80 GJ. Sementara itu, 16 program penurunan emisi berhasil menekan emisi hingga 3.442,74 ton CO2e.

Dalam pengelolaan limbah, Phapros mencatat pengurangan limbah B3 sebesar 17,62 ton melalui 21 program, serta pengelolaan limbah non-B3 sebanyak 121,31 ton melalui 17 program berbasis 3R. Selain itu, efisiensi air juga dilakukan melalui 13 program yang mampu menghemat lebih dari 11 ribu meter kubik air.

Keberhasilan ini didukung oleh lima program unggulan perusahaan, di antaranya optimalisasi sistem pendingin (chiller) dengan teknologi ramah lingkungan, modernisasi boiler untuk efisiensi bahan bakar, inovasi penggunaan filter yang dapat digunakan ulang, pemanfaatan kembali air limbah RO untuk kebutuhan domestik, serta reformulasi bahan kemasan guna mengurangi sampah.

Tak hanya berfokus pada aspek operasional, Phapros juga menjalankan program pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan seperti “Terangi Bongsari” dengan pemanfaatan energi surya, penanaman pohon untuk penyerapan emisi, serta pembangunan fasilitas pengolahan kompos.

Kinerja keberlanjutan tersebut berjalan seiring dengan pertumbuhan bisnis yang positif. Berdasarkan laporan keuangan audited per akhir 2025, Phapros mencatat peningkatan penjualan sebesar 26 persen dan lonjakan laba hingga 109 persen. Efisiensi operasional juga berhasil menekan beban pokok penjualan serta biaya usaha secara signifikan.

Capaian ini memperkuat posisi Phapros sebagai perusahaan farmasi yang tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga berkomitmen terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Dengan fondasi tersebut, perusahaan optimistis mampu menghadapi tantangan industri di tahun 2026 sekaligus mempertahankan pertumbuhan berkelanjutan. (ret/hdl)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |