Jakarta (ANTARA) - Polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada mayat pria yang ditemukan mengambang pada kubangan air dekat rumah pemotongan hewan (RPH) Jalan Peternakan, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat.
"Visum sementara tidak ada unsur kekerasan," kata Kasat Reskrim Polsek Metro Jakarta Barat AKBP Arfan Zulkan Sipayung saat dihubungi di Jakarta, Jumat.
Kendati jasad pria itu masih diautopsi di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), keluarga korban telah mengenali jasadnya.
Namun, kata Arfan, identitas korban belum dapat dibeberkan hingga proses autopsi selesai.
"Identitasnya sekarang sudah pas sekitar berapa hari gitu udah kelihatan. Tapi keluarganya itu dia sudah tahu mengenali, keluarganya udah ke RSCM," kata Arfan.
Lebih lanjut, Arfan menyampaikan bahwa korban diduga telah meninggal selama beberapa hari sebelum ditemukan pada Kamis (26/3).
Hal itu nampak dari tubuh korban yang sudah membengkak dan membusuk saat ditemukan. Bahkan saat dievakuasi, tubuh korban hampir tidak dapat dikenali lantaran bagian wajah hingga matanya turut membengkak.
Hingga kini, kepolisian masih menyelidiki penyebab korban tewas hingga akhirnya ditemukan di kubangan air dekat rumah pemotongan hewan (RPH).
"Itu yang masih kita selidiki. Mungkin sakit kan. Kami lihat visumnya sih tidak ada unsur kekerasan," kata Arfan.
Dari hasil pemeriksaan sementara, korban diketahui pernah bekerja di RPH dekat lokasi jasadnya ditemukan.
"Pernah bekerja di situ, tapi sudah lama berhenti," kata Arfan.
Sebelumnya, temuan sesosok mayat di kubangan air limbah rumah pemotongan hewan (RHP) Jalan Peternakan, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, menggegerkan warga sekitar.
Menurut salah satu warga sekitar, Heri, korban awalnya ditemukan oleh warga sekitar pukul 11.00 WIB. Warga yang menemukan pertama kali langsung mengabarkan ke warga lain hingga mengundang kerumunan.
"Awalnya ada warga yang lihat (mayat), terus laporan lah. Habis itu saya sebagai warga lapor ke RT setempat," kata Heri kepada wartawan di lokasi, Kamis.
Heri mengaku, sosok mayat itu tidak dikenali oleh warga sekitar.
"Enggak ada yang ngenalin. Diduga (korban) memang laki-laki. Posisinya saat ditemuin ya sudah telungkup begitu," tutur Heri.
Pengamatan di lokasi, korban berjenis kelamin laki-laki itu sudah dalam posisi telungkup di kolam air berisikan limbah.
Aroma bau menyengat sangat merebak di lokasi kejadian sehingga mengundang perhatian warga sekitar. Tubuh korban juga terlihat sudah seperti membusuk dan dikerubungi lalat.
Selain itu, dari pengamatan sekilas pun tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan seperti sayatan benda tajam ataupun luka bekas pukulan benda tumpul.
Tubuh korban terlihat sudah dalam posisi membengkak dikarenakan berada di air yang disebut merupakan limbah dari RPH di lokasi itu.
Belum diketahui secara pasti penyebab kematian korban. Terlihat korban mengenakan celana panjang hitam serta kaos berwarna cokelat.
Baca juga: Polisi selidiki temuan mayat laki-laki di Kali Ciliwung
Baca juga: Kriminal kemarin, temuan jasad hingga penipu bermodus dolar hitam
Baca juga: Kriminal sepekan, temuan mayat hingga penyiraman air keras
Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































