Madrid (pilar.id) – Suasana pilu masih menyelimuti Real Madrid, setelah menelan kekalahan mengejutkan dari Albacete pada ajang Copa del Rey, Rabu malam waktu setempat. Kapten tim Dani Carvajal secara terbuka menyatakan bahwa Los Blancos telah mencapai titik terendah usai tersingkir dari kompetisi tersebut.
Dalam laga itu, Real Madrid sempat dua kali bangkit dari ketertinggalan lewat gol situasi bola mati. Namun, harapan untuk melaju ke babak berikutnya pupus setelah Jefte Betancour mencetak gol penentu kemenangan Albacete pada menit terakhir pertandingan.
Kekalahan ini memperpanjang rentetan hasil buruk Real Madrid, yang dalam rentang empat hari menelan dua kekalahan krusial. Sebelumnya, trofi Piala Super Spanyol harus lepas ke tangan rival abadi Barcelona di Arab Saudi. Di tengah periode tersebut, manajemen klub juga memutuskan memecat Xabi Alonso dari kursi pelatih kepala.
Alvaro Arbeloa yang ditunjuk sebagai pengganti diharapkan mampu membawa efek kebangkitan. Namun, hasil di Copa del Rey justru mempertegas krisis yang tengah dialami tim ibu kota Spanyol tersebut. Dengan tersingkirnya Real Madrid dari ajang ini, fokus kini sepenuhnya tertuju pada La Liga dan Liga Champions.
Usai pertandingan, Dani Carvajal tampil mewakili tim untuk memberikan pernyataan kepada media. Kepada Diario AS, bek kanan tersebut mengakui performa tim berada pada level terburuk.
“Kita mencapai titik terendah secara spektakuler. Kita harus menghadapi konsekuensinya bahkan ketika kalah, dan itulah yang harus kita lakukan sekarang. Kita, para pemain, pada akhirnya bertanggung jawab. Tidak banyak lagi yang bisa saya katakan,” katanya kepada Diario AS.
Saat ditanya mengenai aspek permainan yang membuat Real Madrid gagal meraih kemenangan, Carvajal mengaku tidak memiliki jawaban pasti.
“Seandainya saya tahu, kami tidak akan kalah. Anda tidak perlu menjadi jenius untuk menyadari hal itu. Kami telah mencapai titik terendah; kami tersingkir oleh tim Segunda. Selamat kepada mereka. Mulai besok, saatnya untuk introspeksi diri. Kami memiliki dua kompetisi fantastis dan kami akan berjuang untuk segalanya,” katanya.
Carvajal juga menegaskan bahwa seluruh pemain harus bertanggung jawab atas situasi yang terjadi, sekaligus menyampaikan permintaan maaf kepada para pendukung Real Madrid.
“Pesan yang ingin disampaikan adalah, tim ini jelas tidak dalam performa terbaiknya. Kita harus bekerja keras dan memberikan lebih banyak lagi. Itulah kenyataannya. Dan itulah pesannya. Berjuanglah habis-habisan. Kami meminta maaf kepada para penggemar. Kami, termasuk saya sendiri, belum memenuhi harapan klub ini, dan kami akan memberikan yang terbaik dalam beberapa bulan mendatang untuk membalikkan keadaan,” ungkapnya di depan awak media.
Sementara itu, pelatih anyar Real Madrid, Alvaro Arbeloa, menyatakan dirinya menjadi pihak pertama yang bertanggung jawab atas kegagalan di Copa del Rey. Arbeloa juga menyoroti kondisi fisik para pemain yang dinilai belum optimal sebagai salah satu faktor yang memperberat situasi tim.
Dengan tekanan yang semakin besar, Real Madrid kini dituntut segera bangkit demi menjaga peluang bersaing di La Liga dan Liga Champions pada sisa musim ini. (mad/hdl)

2 weeks ago
38

















































