Robert Moreno Dituding Andalkan ChatGPT saat Latih FC Sochi, Sang Pelatih Bantah Keras

1 week ago 24

Summary Point

  • Robert Moreno dituding mengandalkan ChatGPT saat melatih FC Sochi
  • Tuduhan disampaikan mantan direktur olahraga Sochi, Andrei Orlov
  • AI disebut digunakan untuk jadwal perjalanan, latihan, hingga transfer pemain
  • Moreno membantah keras dan menegaskan keputusan tetap di tangan pelatih
  • Kasus ini memicu perdebatan soal peran AI dalam sepak bola modern

Jakarta (pilar.id) – Nama Robert Moreno, pelatih asal Spanyol yang pernah menangani tim nasional Spanyol secara interim, menjadi sorotan setelah muncul tudingan bahwa ia mengandalkan kecerdasan buatan ChatGPT dalam mengambil keputusan penting saat melatih FC Sochi di Liga Rusia.

Isu tersebut mencuat setelah pernyataan mantan direktur olahraga FC Sochi, Andrei Orlov, yang menyebut Moreno kerap menggunakan ChatGPT untuk menyusun jadwal perjalanan tim, program latihan, hingga strategi transfer pemain. Tuduhan ini memicu perdebatan luas terkait batas pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dalam sepak bola profesional.

Moreno sendiri secara tegas membantah seluruh klaim tersebut. Dalam pernyataan resminya kepada media Spanyol La Razón, ia menegaskan tidak pernah menggunakan ChatGPT atau bentuk kecerdasan buatan lain untuk menyusun strategi pertandingan, menentukan susunan pemain, maupun memilih pemain baru. Menurutnya, keputusan olahraga tetap berada di tangan pelatih dan staf kepelatihan, meski analisis data dan video memang menjadi bagian dari praktik sepak bola modern.

Kontroversi ini mencuat setelah Orlov mengungkap pengalaman saat tim bersiap menjalani laga tandang ke Khabarovsk. Ia mengklaim jadwal perjalanan yang disusun dengan bantuan ChatGPT justru dinilai tidak realistis, termasuk rencana yang membuat pemain nyaris tidak memiliki waktu istirahat selama lebih dari satu hari. Jadwal latihan pagi hari yang terlalu dini juga disebut menimbulkan kebingungan di kalangan pemain.

Selain aspek logistik, Orlov juga menuding bahwa ChatGPT digunakan dalam proses seleksi striker baru FC Sochi pada bursa transfer musim panas lalu. Data beberapa kandidat penyerang diklaim dimasukkan ke dalam sistem berbasis AI, yang kemudian merekomendasikan satu nama sebagai pilihan terbaik. Tuduhan ini semakin memperkuat anggapan bahwa teknologi tersebut memiliki peran besar dalam keputusan strategis klub.

Di sisi lain, Moreno menilai narasi tersebut tidak akurat dan menyederhanakan proses pengambilan keputusan di klub. Ia menegaskan bahwa transfer pemain merupakan keputusan kolektif yang melibatkan direktur olahraga dan pelatih, bukan hasil rekomendasi algoritma semata.

Robert Moreno resmi meninggalkan FC Sochi pada September tahun lalu setelah serangkaian hasil buruk. Di bawah kepemimpinannya, klub hanya meraih satu poin dari tujuh pertandingan dan akhirnya terdegradasi ke Liga Pertama Rusia, meski kemudian berhasil promosi kembali.

Kasus ini menjadi contoh bagaimana penggunaan teknologi, khususnya kecerdasan buatan, mulai bersinggungan dengan dunia sepak bola profesional. Perdebatan pun mengemuka mengenai sejauh mana AI dapat digunakan sebagai alat bantu tanpa menggeser peran manusia dalam pengambilan keputusan strategis di olahraga. (mad/hdl)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |