RUPST Perdana Superbank Pasca IPO, Catat Kinerja Solid dan Perkuat Strategi Digital

23 hours ago 16

Jakarta (pilar.id) – PT Super Bank Indonesia Tbk atau Superbank menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perdana sejak resmi melantai di bursa melalui IPO pada Desember 2025. Agenda ini menjadi tonggak penting bagi perusahaan dalam memperkuat tata kelola sekaligus menjaga momentum pertumbuhan bisnis berbasis digital.

RUPST dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip Good Corporate Governance serta memanfaatkan fasilitas elektronik sesuai ketentuan regulator. Langkah ini mencerminkan komitmen perusahaan terhadap transparansi dan akuntabilitas sebagai entitas publik.

Kinerja Keuangan 2025 Tumbuh Signifikan

Sepanjang tahun buku 2025, Superbank mencatatkan kinerja yang solid. Laba sebelum pajak mencapai Rp143,3 miliar, didorong oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih yang melonjak 160 persen secara tahunan menjadi Rp1,6 triliun. Ekspansi kredit juga menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan 50 persen menjadi Rp9,6 triliun.

Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 139 persen menjadi Rp11,8 triliun. Sementara itu, total aset perusahaan tumbuh 87 persen hingga mencapai Rp21,3 triliun. Capaian ini menunjukkan ekspansi bisnis yang terukur di tengah persaingan industri perbankan digital.

Presiden Direktur Superbank, Tigor M. Siahaan, menegaskan bahwa RUPST perdana ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat fondasi tata kelola sekaligus melanjutkan pertumbuhan yang telah dibangun. Ia juga menyoroti keberhasilan strategi digital berbasis ekosistem yang berkontribusi terhadap peningkatan kepercayaan nasabah.

Ekosistem Digital Dorong Pertumbuhan Nasabah

Sejak meluncurkan layanan digital pada Juni 2024, Superbank telah menjangkau lebih dari 6 juta nasabah. Aktivitas transaksi harian bahkan telah melampaui 1 juta transaksi, mencerminkan tingginya adopsi layanan keuangan digital di dalam ekosistem yang terintegrasi.

Penguatan ekosistem dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai platform, termasuk Grab dan OVO. Selain itu, kerja sama dengan KakaoBank juga memperluas inovasi produk, seperti layanan tabungan dan pembiayaan yang terintegrasi langsung dalam aplikasi.

Strategi ini memungkinkan Superbank menghadirkan layanan keuangan yang lebih mudah diakses dan relevan dengan kebutuhan masyarakat digital saat ini.

Tegaskan Komitmen Tata Kelola dan Pertumbuhan

Dalam RUPST tersebut, pemegang saham menyetujui seluruh agenda yang diajukan, termasuk pengesahan laporan keuangan 2025, penetapan penggunaan laba bersih, hingga penunjukan kantor akuntan publik untuk audit tahun buku 2026. Selain itu, rapat juga membahas penetapan remunerasi direksi dan dewan komisaris serta laporan penggunaan dana hasil IPO.

Sebagai bank yang kini masuk kategori KBMI 2, Superbank menegaskan fokus ke depan pada inovasi layanan digital, penguatan sinergi ekosistem, serta penerapan manajemen risiko yang prudent.

Dengan fondasi kinerja yang kuat dan dukungan ekosistem digital, Superbank berupaya menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham sekaligus mempercepat transformasi industri perbankan menuju era layanan keuangan berbasis teknologi di Indonesia. (ret/hdl)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |