Kutai Kartanegara (pilar.id) – Upaya menjaga keberlanjutan produksi minyak dan gas bumi (migas) domestik terus diperkuat melalui pengawasan ketat terhadap efisiensi operasi di lapangan hulu. PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menerima kunjungan kerja dari jajaran Dewan Komisaris Danantara Asset Management (DAM) di Lapangan Senipah Peciko South Mahakam (SPS), Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Kunjungan strategis ini ditujukan untuk meninjau secara langsung pengelolaan teknis dan komersial guna memastikan kontribusi optimal blok migas tersebut terhadap ketahanan energi nasional.
Dalam peninjauan tersebut, manajemen PHM memaparkan profil menyeluruh korporasi, realisasi kinerja operasional, hingga kontribusi nyata Wilayah Kerja (WK) Mahakam sebagai salah satu tulang punggung pasokan energi nasional.
Fokus utama pemaparan mengarah pada inisiatif keandalan operasi, kepatuhan regulasi lingkungan pada aktivitas pengeboran, serta implementasi standar keselamatan kerja di seluruh lini produksi. Rombongan delegasi juga melakukan inspeksi fisik ke sejumlah fasilitas pemrosesan utama untuk melihat langsung kompleksitas operasi hulu migas di lapangan.
Strategi Investasi Selektif di Tengah Tantangan Komoditas
Menjalankan bisnis ekstraksi di wilayah kerja yang memiliki karakteristik sumber daya tidak terbarukan memerlukan perhitungan keekonomian yang sangat matang.
Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) selaku induk usaha PHM, Sunaryanto, menjelaskan bahwa perusahaan saat ini menerapkan dua pilar strategi utama untuk menjaga keberlanjutan produksi, yakni investasi yang selektif (selective investment) dan efisiensi biaya (cost efficiency).
Menurut Sunaryanto, langkah pengetatan ini diambil guna merespons berbagai tantangan operasional, bisnis, dan finansial yang dihadapi Regional 3 Kalimantan. Manajemen berkomitmen agar seluruh biaya investasi yang dikucurkan tetap mampu memberikan nilai tambah yang optimal serta imbal hasil yang berkelanjutan bagi negara dan masyarakat.
Penyelarasan aspek keekonomian menjadi kunci penting agar operasi hulu migas tidak membebani neraca keuangan korporasi dalam jangka panjang.
Mitigasi Risiko Integritas Fasilitas Produksi Fase Mature
Tantangan teknis terbesar yang dihadapi oleh operator di blok Mahakam saat ini adalah kondisi fasilitas produksi yang sebagian besar telah memasuki fase lapangan tua (mature field).
Kondisi ini menuntut penanganan khusus agar integritas aset tetap terjaga tanpa mengurangi standar keselamatan dan keandalan operasional.
Direktur Pengembangan dan Produksi PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Mery Luciawaty, mengungkapkan bahwa Subholding Upstream Pertamina terus melakukan berbagai langkah mitigasi terstruktur untuk memperpanjang usia operasi lapangan hulu migas.
Beberapa program kerja yang kini intensif berjalan antara lain proyek revitalisasi sumur serta pembenahan berbagai fasilitas penunjang produksi. Mery menambahkan bahwa penguatan sistem pemrosesan di dalam fasilitas produksi menjadi krusial demi memastikan pasokan migas nasional tetap berada pada level yang aman dan patuh terhadap regulasi yang berlaku.
Optimalisasi Fungsi Pengawasan untuk Kinerja Efektif
Kunjungan lapangan ini sekaligus menjadi momentum penting bagi Danantara Asset Management untuk menjalankan fungsi pengawasan demi mendorong tata kelola korporasi yang sehat. Integrasi visi antara holding dan subholding hulu Pertamina diharapkan mampu mengaselerasi target-target produksi yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Komisaris Utama Danantara Asset Management, Rabin Indrajad Hattari, menegaskan bahwa fungsi utama dewan komisaris adalah mengawal serta membantu manajemen Subholding Upstream Pertamina dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan operasi.
Melalui pengawasan yang ketat, DAM berharap Pertamina dapat memaksimalkan kontribusi finansial dan volume produksi kepada negara. Langkah optimalisasi aset energi ini juga dinilai selaras dengan dukungan terhadap program Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi nasional yang berkelanjutan. (ret/hdl)

5 hours ago
3






























