Kasum TNI Buka Rakor Komlek 2026, Dorong Modernisasi Sistem Komunikasi Militer dan Sinergi Antar Matra

2 hours ago 4

Ringkasan Berita

  • Kasum TNI Letjen Richard Tampubolon membuka Rakor Komlek TNI Tahun Anggaran 2026 di Mabes TNI Cilangkap.
  • Rakor mengangkat tema penguatan sistem komunikasi dan elektronika untuk mendukung TNI yang modern dan prima.
  • Komlek dinilai memiliki peran vital dalam memastikan komunikasi militer yang cepat, aman, dan terintegrasi.
  • TNI menekankan peningkatan kualitas sumber daya manusia serta penguasaan teknologi komunikasi mutakhir.
  • Penguatan infrastruktur jaringan dan interoperabilitas antar matra menjadi langkah strategis mendukung operasi militer.
  • Rakor Komlek menjadi forum strategis menghadapi perkembangan teknologi komunikasi dan peperangan modern.

Cilangkap (pilar.id) – Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Richard Tampubolon secara resmi membuka Rapat Koordinasi Komunikasi dan Elektronika (Rakor Komlek) TNI Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut digelar di Aula Gatot Subroto, Markas Besar Tentara Nasional Indonesia, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (11/3/2026).

Pembukaan Rakor Komlek turut dihadiri Asisten Komunikasi dan Elektronika Panglima TNI, Basuki Rochmat, serta para pejabat terkait di lingkungan TNI.

Rapat koordinasi tersebut mengangkat tema “Skomlek TNI Siap Mewujudkan TNI yang Prima Menuju Indonesia Maju dan Berdaulat.” Forum ini menjadi ajang strategis untuk memperkuat koordinasi dan mempercepat modernisasi sistem komunikasi militer di lingkungan TNI.

Peran Strategis Komunikasi Militer

Dalam sambutannya, Richard Tampubolon menegaskan bahwa komunikasi dan elektronika (Komlek) merupakan salah satu elemen vital dalam mendukung kelancaran operasi militer.

Menurutnya, sistem komunikasi yang cepat, aman, dan terintegrasi sangat penting untuk memastikan efektivitas sistem komando dan pengendalian di lapangan.

Ia menilai penguasaan spektrum elektromagnetik menjadi salah satu faktor penting dalam peperangan modern karena berperan dalam menciptakan dominasi informasi serta meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan selama operasi militer berlangsung.

Dengan kemampuan komunikasi yang terintegrasi, TNI diharapkan mampu merespons dinamika situasi operasional secara lebih cepat dan akurat.

Peningkatan SDM dan Penguasaan Teknologi

Selain penguatan sistem teknologi, Kasum TNI juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang komunikasi dan elektronika militer.

Menurutnya, pengembangan kemampuan personel harus dilakukan secara berkelanjutan melalui pendidikan formal maupun pelatihan nonformal. Hal ini penting agar prajurit TNI mampu menguasai teknologi komunikasi mutakhir yang terus berkembang.

Kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi dinilai menjadi faktor kunci dalam menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks, terutama dalam konteks peperangan modern yang banyak bergantung pada sistem informasi dan teknologi digital.

Penguatan Infrastruktur dan Interoperabilitas

Dalam forum tersebut juga dibahas pentingnya pembangunan infrastruktur komunikasi militer yang lebih kuat dan terintegrasi.

Kasum TNI menyoroti perlunya penguatan jaringan komunikasi terpusat yang mampu menjangkau berbagai wilayah operasi, termasuk daerah dengan keterbatasan infrastruktur jaringan.

Selain itu, interoperabilitas antar matra TNI juga menjadi fokus penting. Koordinasi komunikasi antara Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara dinilai harus semakin terintegrasi agar setiap operasi militer dapat berjalan efektif.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan keunggulan informasi sekaligus memastikan kelancaran sistem komando dan pengendalian dalam setiap misi TNI.

Forum Strategis Hadapi Tantangan Teknologi Militer

Rakor Komlek TNI Tahun Anggaran 2026 menjadi wadah strategis untuk menyelaraskan kebijakan serta langkah pengembangan sistem komunikasi militer di masa depan.

Melalui forum ini, para peserta membahas berbagai tantangan yang muncul seiring pesatnya perkembangan teknologi komunikasi serta perubahan karakter peperangan modern.

Kegiatan tersebut juga bertujuan memperkuat koordinasi antar satuan serta meningkatkan kemampuan personel di bidang komunikasi dan elektronika militer.

Rapat koordinasi ini kemudian ditutup secara resmi oleh Asisten Komunikasi dan Elektronika Panglima TNI, Basuki Rochmat.

Dengan penguatan sistem komunikasi dan pengembangan sumber daya manusia yang berkelanjutan, TNI diharapkan mampu menjaga kesiapan operasional serta mempertahankan keunggulan informasi dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan di masa depan. (usm/hdl)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |