Summary Point
- Terobosan Baru: Ditemukan metode untuk melawan kanker yang sudah kebal terhadap pengobatan.
- Strategi Unik: Memanfaatkan mutasi penyebab resistensi obat itu sendiri untuk dijadikan target serangan imun.
- Alat Kunci: Alat komputasi SpotNeoMet berhasil mengidentifikasi neo-antigen umum dari mutasi resisten pada banyak pasien.
- Potensi Luas: Berbeda dengan terapi personal, pendekatan ini menargetkan mutasi yang dibagikan banyak orang, berpotensi untuk dikembangkan menjadi pengobatan yang lebih terjangkau dan luas.
- Telah Diuji: Studi awal pada kanker prostat metastatik di laboratorium dan model hewan menunjukkan hasil yang menjanjikan.
Jakarta (pilar.id) – Para ilmuwan telah menemukan strategi inovatif untuk mengatasi salah satu tantangan terberat dalam pengobatan kanker: resistensi terhadap terapi. Metode baru ini justru memanfaatkan mutasi pada sel kanker yang selama ini membuat mereka kebal terhadap pengobatan, untuk dijadikan sasaran serangan.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Cancer Discovery tersebut dikembangkan oleh tim internasional, termasuk ilmuwan dari Institut Sains Weizmann, Israel. Mereka menciptakan alat komputasi bernama SpotNeoMet yang mampu memetakan mutasi penyebab resistensi obat yang umum ditemui pada banyak pasien.
Mutasi-mutasi ini menghasilkan fragmen protein kecil yang unik, disebut neo-antigen, yang hanya muncul di permukaan sel kanker. Neo-antigen yang ditemukan bersifat “dibagikan” (shared) di antara banyak pasien, berbeda dengan pendekatan imunoterapi personal yang sangat spesifik untuk satu individu.
Dalam studi ini, tim memfokuskan uji coba pada kanker prostat metastatik, di mana sebagian besar pasien pada akhirnya mengembangkan resistensi terhadap pengobatan standar. SpotNeoMet berhasil mengidentifikasi tiga neo-antigen spesifik yang berasal dari mutasi resisten. Eksperimen di laboratorium dan pada model tikus menunjukkan hasil yang menjanjikan, di mana neo-antigen ini dapat memicu respons sistem imun untuk secara selektif menyerang sel-sel kanker yang kebal obat.
Keunggulan utama pendekatan ini terletak pada potensi aplikasinya yang lebih luas. Alih-alih membuat terapi yang sangat personal dan rumit untuk setiap pasien, metode ini mengejar mutasi-mutasi resistensi yang sama yang dimiliki oleh banyak orang. Hal itu membuka peluang untuk mengembangkan imunoterapi “siap pakai” (off-the-shelf) yang dapat menjangkau lebih banyak pasien dengan kanker yang telah berhenti merespons pengobatan.
Temuan ini memberikan harapan baru dalam perlawanan terhadap kanker stadium lanjut. Dengan mengubah “musuh” utama—yaitu mutasi penyebab kebal obat—menjadi “sasaran” yang dapat dikenali sistem imun, strategi ini berpotensi memperpanjang harapan hidup dan meningkatkan kualitas hidup pasien. (ret/hdl)

1 week ago
33

















































