Ringkasan Berita
- Indosat menggelar Indonesia AI Day for Supply Chain untuk dorong digitalisasi logistik.
- BPS mencatat 16.080 perusahaan pergudangan dan kurir beroperasi hingga 2024.
- AI di supply chain berpotensi tingkatkan pendapatan 15–30% dan efisiensi hingga 40%.
- Indosat menghadirkan 27 solusi AI dan IoT untuk transportasi, distribusi, dan fasilitas.
- Transformasi ini ditujukan memperkuat daya saing dan ketahanan logistik nasional.
Jakarta (pilar.id) – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat/IOH) menggelar Indonesia AI Day for Supply Chain, forum strategis yang mempertemukan pelaku industri transportasi, distribusi, dan logistik untuk mempercepat transformasi digital di sektor rantai pasok nasional.
Agenda ini digelar di tengah meningkatnya kompleksitas industri supply chain akibat lonjakan volume perdagangan, tuntutan pengiriman yang semakin cepat, serta tekanan efisiensi biaya operasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, hingga 2024 tercatat sekitar 16.080 perusahaan pergudangan dan ekspedisi kurir beroperasi di Indonesia. Skala industri yang besar ini membutuhkan sistem yang terintegrasi, adaptif, dan berbasis data real-time.
AI Jadi Tuas Strategis Daya Saing
Tolok ukur industri global menunjukkan bahwa adopsi digitalisasi dan kecerdasan artifisial (AI) di sektor supply chain mampu meningkatkan pendapatan 15–30 persen melalui strategi harga yang lebih presisi dan peningkatan engagement pelanggan. Efisiensi operasional dapat terdongkrak hingga 40 persen, sementara risiko pencurian dan fraud ditekan hingga 50 persen.
Dalam operasional armada, penerapan predictive maintenance berbasis AI terbukti mengurangi unplanned downtime hingga 50 persen serta memperpanjang usia kendaraan. Sementara itu, otomatisasi gudang berbasis Internet of Things (IoT) dan AI mempercepat proses pemenuhan pesanan, menekan biaya, dan meminimalkan keterlambatan pengiriman.
Director & Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Muhammad Buldansyah, menegaskan bahwa pengelolaan rantai pasok tidak lagi dapat mengandalkan proses manual. Ia menilai kebutuhan visibilitas real-time terhadap pergerakan barang dan armada menjadi kunci agar keputusan bisnis dapat diambil secara cepat dan akurat.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi AI memungkinkan proses operasional saling terhubung sehingga pelaku industri dapat mengelola kinerja secara lebih terukur dan responsif terhadap dinamika pasar.
Hadirkan 27 Solusi AI Supply Chain
Dalam forum tersebut, Indosat memperkenalkan 27 solusi supply chain berbasis AI yang terbagi dalam enam area utama, yakni Always-On Supply Chain Operations, Real-Time Operational Command, Unified Digital Experience, Sustainable Revenue Expansion, Secure & Trusted Critical Infrastructure, serta Predictive & Intelligent Decision Making.
Solusi yang ditawarkan mencakup konektivitas jaringan privat, telemetri IoT, manajemen armada, video analytics berbasis AI, chatbot berbasis AI, platform omnichannel, layanan keamanan siber, hingga advanced analytics dan dashboard decision intelligence untuk level eksekutif.
Pada sektor transportasi, teknologi seperti Fleet Management, Fleet Vision, Vision AI, dan IoT Telemetry memungkinkan pemantauan kinerja kendaraan dan keselamatan secara real-time. Di sektor distribusi dan logistik, Cold Chain Monitoring serta Asset Tracking membantu menjaga kualitas produk dengan pemantauan kondisi dan lokasi barang secara langsung.
Sementara itu, pada level fasilitas, solusi Smart Facility, Energy Management, Connected Automated Guided Vehicle (AGV), dan Unified Command Center mendukung efisiensi energi, optimalisasi alur kerja, serta keandalan operasional end-to-end.
Perkuat Fondasi Logistik Nasional
Melalui Indonesia AI Day for Supply Chain, Indosat menegaskan komitmennya dalam memperkuat daya saing industri nasional di era ekonomi digital. Transformasi berbasis AI dan IoT diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi biaya, tetapi juga membangun ekosistem logistik yang lebih tangguh, transparan, dan terhubung.
Langkah ini sejalan dengan visi besar Indosat untuk memberdayakan Indonesia melalui teknologi. Dengan integrasi AI dalam rantai pasok, sektor logistik nasional diproyeksikan mampu beroperasi lebih adaptif serta kompetitif di tingkat regional maupun global. (ret/hdl)

11 hours ago
6

















































