Xabi Alonso Resmi Tinggalkan Real Madrid Usai Kekalahan dari Barcelona

3 weeks ago 49

Madrid (pilar.id) – Real Madrid secara resmi mengumumkan berakhirnya kerja sama dengan pelatih kepala Xabi Alonso pada Senin malam waktu setempat. Dalam pernyataan klub, keputusan tersebut disebut sebagai hasil kesepakatan bersama. Namun, sejumlah laporan media Spanyol mengungkapkan bahwa proses di balik kepergian Alonso berlangsung lebih kompleks.

Masa depan Alonso mulai dipertanyakan sejak awal Desember setelah Real Madrid menelan kekalahan telak dari Celta Vigo di Santiago Bernabeu, disusul hasil negatif melawan Manchester City. Sejak saat itu, posisi Alonso disebut berada dalam tekanan, dengan manajemen klub memberikan batas waktu hingga ajang Piala Super Spanyol untuk menunjukkan perkembangan performa tim.

Meski sempat mencatat lima kemenangan beruntun, Real Madrid kembali menuai kekecewaan setelah kalah 2-3 dari Barcelona pada laga final Piala Super Spanyol, Minggu lalu. Hasil tersebut menjadi titik balik dalam evaluasi manajemen klub terhadap proyek kepelatihan Alonso.

Sejumlah media seperti Cadena Cope dan Mundo Deportivo melaporkan bahwa Alonso sejatinya tidak berniat meninggalkan klub pada awal pekan. Presiden Real Madrid Florentino Perez disebut tidak puas dengan penampilan tim di final Supercopa. Manajemen kemudian menggelar pertemuan dengan Alonso di pusat latihan Valdebebas untuk membahas arah permainan dan perkembangan tim secara keseluruhan.

Dalam pertemuan tersebut, pihak klub menyampaikan kekhawatiran terhadap performa dan konsistensi permainan. Di sisi lain, Alonso mengungkapkan kelelahan mental akibat posisinya yang terus berada dalam sorotan. Menurut laporan Marca, opsi perpisahan kemudian diajukan manajemen setelah melakukan analisis menyeluruh terhadap perjalanan musim ini dan menilai proyek Alonso tidak menunjukkan prospek kemajuan yang signifikan.

Padahal, awal kepemimpinan Alonso bersama Real Madrid terbilang impresif. Los Blancos mencatatkan 13 kemenangan dari 15 laga awal dan hanya sekali kalah dalam 14 pertandingan pembuka musim, di luar ajang Piala Dunia Antarklub. Termasuk di dalamnya kemenangan atas Barcelona di Bernabeu yang mengakhiri tren empat kekalahan beruntun di El Clasico.

Performa solid tersebut ditopang oleh pendekatan permainan dengan pressing tinggi yang terorganisasi dan pertahanan yang disiplin. Namun, seiring berjalannya waktu, Alonso disebut mengalami friksi dengan sejumlah pemain bintang akibat pendekatan taktis yang diterapkannya.

Situasi tersebut mendorong perubahan gaya bermain menjadi lebih terbuka dan mengandalkan serangan balik. Sayangnya, perubahan strategi tersebut tidak diikuti dengan hasil positif maupun peningkatan performa tim secara konsisten. Kombinasi faktor teknis, tekanan internal, dan hasil pertandingan akhirnya mengakhiri masa jabatan Xabi Alonso bersama Real Madrid.

Kepergian Alonso menandai berakhirnya proyek kepelatihan yang sempat menjanjikan, sekaligus membuka babak baru bagi Real Madrid dalam menentukan arah tim di sisa musim kompetisi. (mad/hdl)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |