Ringkasan Berita
- Binance melampaui volume perdagangan komoditas US$70 miliar setelah meluncurkan futures emas dan perak.
- Produk XAUUSDT dan XAGUSDT memungkinkan perdagangan logam mulia 24 jam berbasis USDT.
- Cadangan stablecoin Binance menembus US$45 miliar, setara 65% stablecoin di bursa terpusat.
- Likuiditas besar menempatkan Binance sebagai pemain dominan di pasar kripto global.
- Ekspansi ke komoditas dinilai sebagai strategi lindung nilai dan diversifikasi di tengah dinamika regulasi global.
Jakarta (pilar.id) – Bursa kripto global Binance mencatat tonggak baru dengan melampaui volume perdagangan komoditas sebesar US$70 miliar. Capaian tersebut diraih tak lama setelah perusahaan meluncurkan produk futures emas dan perak berbasis stablecoin pada awal tahun ini.
Langkah ekspansi ke komoditas menempatkan Binance di jajaran teratas bursa terpusat (centralized exchange/CEX) yang memperluas layanan di luar aset kripto tradisional. Strategi ini dinilai sebagai respons terhadap meningkatnya permintaan instrumen lindung nilai dan peluang spekulasi lintas aset.
Futures Emas dan Perak Diperdagangkan 24 Jam
Binance kini menyediakan perdagangan emas dan perak selama 24 jam melalui kontrak perpetual futures bermargin USDT, masing-masing dengan kode XAUUSDT dan XAGUSDT. Instrumen ini memberikan eksposur sintetis terhadap pergerakan harga logam mulia tanpa kepemilikan fisik.
Peluncuran produk tersebut bertepatan dengan penguatan harga emas dan perak dalam sepekan terakhir, yang diduga turut mendorong lonjakan volume perdagangan komoditas di platform tersebut.
Ekspansi ini menunjukkan pergeseran strategi Binance untuk menangkap minat investor yang ingin melakukan diversifikasi portofolio, terutama di tengah dinamika pasar global dan fluktuasi mata uang fiat.
Cadangan Stablecoin Lampaui US$45 Miliar
Selain pertumbuhan di sektor komoditas, Binance juga mencatat peningkatan signifikan pada cadangan stablecoin. Total cadangan stablecoin di platform ini dilaporkan telah melampaui US$45 miliar.
Data tersebut mencerminkan sekitar 65 persen dari total stablecoin—termasuk Tether (USDT) dan USD Coin (USDC)—yang tersimpan di dompet bursa terpusat. Angka tersebut mengacu pada saldo stablecoin yang berada di alamat dompet yang dikendalikan oleh masing-masing bursa.
Konsentrasi likuiditas ini memperlihatkan peran dominan Binance dalam ekosistem perdagangan kripto global, khususnya menjelang potensi perubahan regulasi di Amerika Serikat yang diperkirakan dapat memengaruhi fase pertumbuhan industri selanjutnya.
Diversifikasi Pasar dan Strategi Lindung Nilai
Meningkatnya minat terhadap stablecoin dalam setahun terakhir turut dipicu oleh pelonggaran regulasi kripto di sejumlah yurisdiksi. Kondisi tersebut mendorong pertumbuhan suplai stablecoin sekaligus memperbesar kebutuhan platform dengan likuiditas tinggi.
Dengan dominasi cadangan stablecoin dan ekspansi ke perdagangan logam mulia, Binance berada dalam posisi strategis untuk memanfaatkan dua pasar yang kerap dipandang sebagai instrumen lindung nilai terhadap gejolak mata uang fiat.
Kombinasi antara derivatif kripto dan komoditas dinilai dapat memperluas basis pengguna, baik dari kalangan trader ritel maupun institusional yang mencari alternatif diversifikasi. (ret/hdl)

1 day ago
11

















































