BRI Perkuat Investasi dan UMKM Batam lewat MoU Strategis dengan BP Batam dan Kementerian UMKM

14 hours ago 10

Ringkasan Berita

  • BRI menandatangani MoU strategis dengan BP Batam dan Kementerian UMKM.
  • Kerja sama difokuskan pada perluasan akses pembiayaan dan penguatan UMKM di Batam.
  • Batam dinilai memiliki posisi strategis sebagai kawasan industri dan perdagangan bebas.
  • BRI mendorong ekosistem investasi terintegrasi melalui layanan perbankan digital.
  • Realisasi investasi nasional 2025 melampaui target, dengan kontribusi signifikan dari Batam.

Jakarta (pilar.id) – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) kembali menegaskan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dan dunia usaha dalam mendorong penguatan investasi serta pemberdayaan pelaku usaha daerah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk memperluas akses pembiayaan dan memperkuat peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Batam.

Penandatanganan MoU berlangsung dalam rangkaian Batam Investment Gala: Economic Transformation Through Investment yang digelar di Batam, Kamis (29/1). Acara ini dihadiri sejumlah pemangku kepentingan strategis, di antaranya Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu, Kepala BP Batam Amsakar Achmad, serta jajaran direksi BRI, termasuk Direktur Corporate Banking Riko Tasmaya dan Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya.

Melalui kerja sama tersebut, BRI dan BP Batam sepakat memanfaatkan produk serta layanan perbankan untuk mendukung kebutuhan transaksi dan pembiayaan di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam. Selain itu, BRI juga berkolaborasi dengan Kementerian UMKM dan BP Batam dalam memperluas akses permodalan dan investasi bagi UMKM sebagai langkah konkret mempercepat realisasi investasi daerah.

Batam selama ini dikenal memiliki keunggulan pada sektor manufaktur berbasis ekspor, didukung letak geografis yang strategis di jalur perdagangan internasional serta kedekatannya dengan Singapura. Seiring peningkatan investasi dan pembangunan infrastruktur, sektor logistik, perdagangan, dan jasa di kawasan ini turut mencatatkan pertumbuhan yang konsisten. Status Batam sebagai kawasan perdagangan bebas menjadikannya salah satu motor peningkatan daya saing ekonomi nasional di tingkat regional dan global.

Direktur Corporate Banking BRI, Riko Tasmaya, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari strategi BRI dalam membangun ekosistem investasi yang terintegrasi dan berkelanjutan. Menurutnya, UMKM memiliki peran penting sebagai penggerak ekonomi sekaligus bagian dari rantai nilai investasi, bukan sekadar penerima pembiayaan.

Untuk mendukung kebutuhan investor dan pelaku usaha, BRI mengusung pendekatan BRI One Solution yang menyediakan layanan perbankan terintegrasi, mulai dari pembiayaan hingga pendampingan usaha. Pendekatan tersebut diperkuat dengan kehadiran BRI QLola, platform digital terpadu yang dirancang sebagai ekosistem digital korporasi satu pintu, mencakup pengelolaan arus kas, transaksi domestik dan internasional, payroll, pajak, treasury, hingga trade finance.

Di sisi pemberdayaan UMKM, BRI juga mengembangkan berbagai inisiatif berbasis komunitas. Hingga 2025, BRI telah membina lebih dari 42 ribu klaster usaha di berbagai daerah. Selain itu, platform digital LinkUMKM telah dimanfaatkan oleh sekitar 14,98 juta UMKM untuk memperluas akses pasar, mitra usaha, serta layanan keuangan.

Sementara itu, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu memaparkan capaian realisasi investasi nasional periode Januari–Desember 2025 yang mencapai Rp1.931,2 triliun, melampaui target yang ditetapkan Presiden. Kontribusi Batam dinilai signifikan, dengan realisasi investasi mencapai Rp69,3 triliun, atau melampaui target BP Batam.

Sebagai bentuk apresiasi atas capaian tersebut, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menganugerahkan sejumlah Investment Awards 2025 kepada pemerintah daerah dan pelaku usaha, termasuk BP Batam yang meraih penghargaan atas realisasi investasi dan pengembangan iklim investasi.

Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza menambahkan bahwa kolaborasi lintas kementerian dan lembaga ini diharapkan mampu memberikan dukungan menyeluruh bagi UMKM di KPBPB Batam. Dukungan tersebut mencakup akses permodalan, pendampingan ekspor, peningkatan kapasitas usaha, serta integrasi UMKM ke dalam rantai pasok kegiatan investasi.

Sebagai tahap awal, Kementerian UMKM akan menjalankan program ACCES (Accelerating Capital Resources for Medium Enterprises) sebagai proyek percontohan di Batam, dengan fokus pada pendampingan pembiayaan dan peningkatan kapasitas usaha.

Melalui kolaborasi strategis ini, BRI bersama BP Batam, BKPM, dan Kementerian UMKM optimistis dapat membangun ekosistem investasi yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Batam dan nasional secara berkesinambungan. (ret/hdl)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |