Cristian Chivu: Inter Milan Siap Balikkan Agregat Kontra Bodo/Glimt di Liga Champions

3 hours ago 5

Ringkasan Berita

  • Inter tertinggal agregat 1-3 dari Bodo/Glimt jelang leg kedua playoff Liga Champions 2025/2026.
  • Cristian Chivu menegaskan timnya siap tampil percaya diri di San Siro.
  • Lautaro Martinez absen, namun Inter mengandalkan kepemimpinan kolektif.
  • Chivu menilai faktor mental dan pengelolaan momen laga sangat krusial.
  • Inter tidak mengubah pendekatan permainan meski wajib menang dengan selisih dua gol.

Milan (pilar.id) – Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, menegaskan timnya siap tampil maksimal saat menghadapi Bodo/Glimt pada leg kedua playoff Liga Champions UEFA 2025/2026.

Inter akan menjamu wakil Norwegia tersebut di Stadion San Siro pada Selasa, 24 Februari, pukul 21.00 CET. Nerazzurri berada dalam posisi tertinggal agregat 1-3 setelah kalah pada leg pertama di Norwegia.

Dalam konferensi pers di BPER Training Centre, Appiano Gentile, Chivu menekankan bahwa timnya memahami tantangan besar yang dihadapi, namun tetap percaya diri mampu membalikkan keadaan.

Evaluasi Leg Pertama: Adaptasi Jadi Sorotan

Chivu mengakui laga di Norwegia memberikan pelajaran penting, terutama soal adaptasi terhadap kondisi lapangan sintetis dan cuaca ekstrem. Menurutnya, Inter sebenarnya telah mengetahui potensi ancaman lawan, mengingat Bodo/Glimt tampil impresif sepanjang fase liga.

Ia menyoroti fakta bahwa klub Norwegia tersebut mampu meraih hasil positif di markas Borussia Dortmund, mengalahkan Manchester City, serta menang di Madrid. Hal itu dinilai sebagai bukti kualitas lawan yang tidak bisa diremehkan.

Meski demikian, Chivu berharap Inter dapat tampil lebih konsisten sepanjang 90 menit di San Siro dan meminimalisir kesalahan yang terjadi pada pertemuan pertama.

Tanpa Lautaro, Inter Andalkan Kepemimpinan Kolektif

Absennya kapten tim, Lautaro Martinez, akibat cedera menjadi tantangan tersendiri. Namun Chivu menegaskan bahwa Inter tidak bergantung pada satu figur.

Menurutnya, skuad Nerazzurri memiliki banyak pemain dengan karakter kepemimpinan kuat yang siap mengambil tanggung jawab. Sejak awal musim, tim dinilai menunjukkan etos kerja, semangat, dan mentalitas kompetitif yang konsisten.

Pendekatan kolektif tersebut diharapkan mampu menjaga keseimbangan permainan, terutama dalam situasi penuh tekanan seperti laga hidup-mati ini.

Mentalitas dan Pengalaman Jadi Modal

Chivu, yang pernah menjadi bagian dari skuad Inter peraih trofi Liga Champions, menyebut pengalaman dan kepercayaan diri menjadi faktor penting dalam upaya comeback.

Ia menilai kekalahan di leg pertama bukan akhir segalanya. Dalam sepak bola, satu pertandingan bisa berubah dalam hitungan menit. Karena itu, Inter diminta tetap tenang, fokus, dan tidak terburu-buru mengejar gol yang justru bisa membuka celah bagi lawan.

Pelatih asal Rumania itu juga menekankan pentingnya pengelolaan momen pertandingan. Menurutnya, laga bisa berlangsung hingga perpanjangan waktu atau bahkan adu penalti, sehingga keseimbangan dan organisasi permainan menjadi kunci.

Tidak Terpengaruh Situasi Liga Domestik

Meski Inter unggul 10 poin dari AC Milan di klasemen domestik, Chivu memastikan situasi tersebut tidak memengaruhi persiapan tim. Fokus sepenuhnya diarahkan pada misi membalikkan agregat di kompetisi Eropa.

Ia juga menepis anggapan bahwa kekalahan dari klub dengan basis kota kecil akan menjadi aib. Menurutnya, sepak bola adalah soal kualitas kerja tim dan proyek klub secara keseluruhan. Bodo/Glimt disebutnya sebagai tim dengan ide permainan jelas dan manajemen yang terstruktur.

Konsistensi Jadi Fondasi Permainan

Menghadapi kebutuhan menang dengan selisih minimal dua gol, Chivu tidak berencana mengubah pendekatan secara drastis. Inter musim ini dikenal produktif dengan rata-rata lebih dari dua gol per pertandingan serta memiliki 17 pencetak gol berbeda.

Beberapa kesalahan pada leg pertama telah dievaluasi dan disederhanakan. Namun secara prinsip, Inter akan tetap mengandalkan struktur permainan yang selama ini menjadi fondasi konsistensi mereka.

Chivu juga mengapresiasi respons para pemain setelah pekan yang dinilainya tidak biasa, terutama pasca laga melawan Juventus. Ia menilai mentalitas skuad tetap terjaga dan siap menghadapi tekanan laga Eropa. (mad/hdl)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |