Ringkasan Berita
- DPKP Surabaya memastikan seluruh personel tetap siaga selama Lebaran 2026.
- Warga yang mudik diimbau memeriksa instalasi listrik dan mencabut perangkat elektronik sebelum meninggalkan rumah.
- Tabung LPG disarankan dilepas untuk mencegah kebocoran gas saat rumah kosong.
- Layanan darurat 112 tetap aktif selama periode libur Lebaran.
- Petugas Damkar juga siap menangani berbagai kondisi darurat dan evakuasi.
- Masyarakat diminta tidak bermain petasan sembarangan karena berpotensi memicu kebakaran.
Surabaya (pilar.id) – Menjelang libur Idul Fitri 2026, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Surabaya memastikan seluruh personel tetap bersiaga untuk mengantisipasi potensi kedaruratan selama masa mudik Lebaran.
Meski banyak warga meninggalkan rumah untuk pulang kampung, layanan pemadam kebakaran di Surabaya dipastikan tetap berjalan normal sepanjang periode libur Lebaran.
Kepala DPKP Surabaya Laksita Rini Sevriani menegaskan bahwa kesiapsiagaan petugas tetap dijaga seperti hari-hari biasa. Seluruh personel tetap bertugas untuk memberikan respons cepat apabila terjadi insiden di tengah masyarakat.
Selain kesiapan personel, masyarakat juga diingatkan untuk memastikan keamanan rumah sebelum ditinggalkan selama mudik.
Warga Diminta Periksa Instalasi Listrik
DPKP Surabaya mengimbau warga yang akan bepergian dalam waktu lama agar memeriksa instalasi listrik di rumah.
Perangkat elektronik yang tidak digunakan sebaiknya dicabut dari stopkontak untuk menghindari risiko korsleting listrik yang berpotensi memicu kebakaran.
Lampu yang tetap dinyalakan dianjurkan hanya pada bagian luar rumah seperti lampu teras. Jika memungkinkan, warga juga dapat menggunakan lampu otomatis yang menyala pada malam hari untuk meningkatkan keamanan rumah.
Langkah tersebut dinilai penting untuk meminimalkan risiko kebakaran yang sering terjadi akibat kelalaian saat rumah dalam keadaan kosong.
Lepas Tabung LPG Sebelum Mudik
Selain listrik, keamanan instalasi gas juga menjadi perhatian utama. DPKP Surabaya menyarankan warga untuk melepas tabung LPG sebelum meninggalkan rumah dalam waktu lama.
Langkah ini bertujuan untuk mencegah potensi kebocoran gas yang dapat memicu kebakaran apabila tidak terdeteksi.
Hal serupa juga dianjurkan bagi rumah tangga yang menggunakan jaringan gas. Instalasi gas disarankan dimatikan sementara selama rumah tidak dihuni.
Menurut evaluasi DPKP Surabaya dalam beberapa tahun terakhir, kebakaran saat musim mudik sering terjadi akibat instalasi listrik yang tidak dimatikan atau tabung gas yang masih terpasang saat rumah kosong.
Gangguan dari hewan seperti tikus juga bisa menyebabkan kabel listrik tersenggol atau rusak sehingga memicu percikan api.
Layanan Darurat 112 Tetap Aktif
DPKP Surabaya juga memastikan layanan darurat tetap beroperasi penuh selama periode libur Lebaran.
Apabila terjadi kondisi kedaruratan, masyarakat dapat menghubungi layanan darurat 112 yang akan langsung terhubung dengan petugas terkait untuk penanganan cepat di lokasi kejadian.
Selain kebakaran, petugas juga siap menangani berbagai situasi penyelamatan lainnya, termasuk evakuasi warga dalam kondisi darurat.
Waspada Bahaya Petasan
Dalam kesempatan tersebut, Laksita Rini juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dalam menggunakan petasan atau kembang api saat perayaan Lebaran.
Petasan yang dimainkan sembarangan, terutama oleh anak-anak, berpotensi menimbulkan bahaya karena arah ledakan atau jatuhnya tidak dapat diprediksi.
Penggunaan kembang api pun diimbau dilakukan secara bijak dan aman agar tidak memicu kebakaran atau membahayakan lingkungan sekitar.
DPKP Surabaya berharap dengan langkah pencegahan yang tepat, warga dapat menjalani perjalanan mudik dengan tenang tanpa khawatir terhadap keamanan rumah yang ditinggalkan. (usm/hdl)

1 day ago
12

















































