Gubernur Khofifah dan Habib Syech Bersama Puluhan Ribu Warga Gelar Dzikir-Sholawat Sambut HUT ke-81 RI

1 day ago 11

Surabaya (pilar.id) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jatim, para kepala daerah, tokoh agama, serta puluhan ribu masyarakat menggelar dzikir, sholawat, dan doa bersama di Halaman Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (8/8/2026) malam.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian menyambut dan mensyukuri Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Dzikir dan sholawat dipimpin Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, sementara tausyiah disampaikan Penasehat Grand Syeikh Al-Azhar Mesir, Prof. Dr. Syekh Muhammad Muhanna.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan Surah Yasin dan tahlil. Doa bersama kemudian diarahkan untuk keselamatan, kedamaian, keberkahan, kesejahteraan, dan kemajuan Indonesia, sekaligus mengenang jasa para pahlawan dan pejuang yang gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan.

Gubernur Khofifah mengatakan, dzikir, doa, dan sholawat menjadi salah satu bentuk ikhtiar spiritual untuk mensyukuri sekaligus menjaga kemerdekaan Indonesia. Menurut dia, kemerdekaan yang dinikmati masyarakat saat ini merupakan hasil perjuangan panjang yang perlu terus dirawat melalui persatuan dan kerja nyata.

“Berdzikir, berdoa dan bersholawat ini niatnya sama, kita ingin menjadi bagian dalam menguatkan kemerdekaan melalui doa, dzikir dan sholawat,” ujar Khofifah.

Ia menekankan, peringatan kemerdekaan seharusnya tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Semangat HUT ke-81 RI perlu diterjemahkan dalam bentuk kepedulian sosial, penguatan persatuan, serta upaya bersama meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Khofifah juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta terus berkontribusi bagi pembangunan Jawa Timur.

Selain mendoakan Indonesia, doa bersama di Grahadi juga ditujukan bagi Jawa Timur agar senantiasa memperoleh keberkahan, keselamatan, kemajuan, kesejahteraan, dan semakin mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Menurut Khofifah, lantunan sholawat yang diikuti masyarakat dalam jumlah besar diharapkan menjadi energi spiritual sekaligus pengingat pentingnya menjaga kedamaian dan persaudaraan di tengah masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah turut menyampaikan apresiasi kepada Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf yang selama ini aktif mengajak masyarakat, termasuk Syekhermania, untuk memperbanyak dzikir, doa, dan sholawat. Kegiatan tersebut juga dinilai menjadi sarana menumbuhkan kecintaan kepada Allah SWT, Rasulullah SAW, sekaligus Tanah Air.

Doa secara khusus juga dipanjatkan bagi para pahlawan dan pejuang bangsa yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan Indonesia. Khofifah menegaskan bahwa generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk menjaga kemerdekaan sekaligus mengisinya dengan karya dan pengabdian.

“Semoga Allah SWT memberikan tempat terbaik dan mulia bagi para pahlawan dan pejuang bangsa yang telah mendahului kita. Tugas kita hari ini adalah menjaga kemerdekaan dan mengisinya dengan kerja-kerja terbaik untuk masyarakat, bangsa dan negara,” katanya.

Sementara itu, Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf mengajak masyarakat menjadikan momentum kemerdekaan sebagai kesempatan memperkuat kebangkitan ekonomi nasional. Salah satu bentuk kontribusi yang dapat dilakukan masyarakat, menurut dia, adalah meningkatkan kecintaan dan penggunaan produk buatan dalam negeri.

Dorongan untuk membeli produk lokal dinilai dapat memperkuat perdagangan domestik sekaligus membantu menjaga perputaran ekonomi, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dalam doanya, Habib Syech berharap perekonomian Indonesia semakin bangkit dan usaha lokal terus berkembang. Momentum kemerdekaan, menurutnya, dapat menjadi pengingat agar masyarakat turut memberikan ruang lebih besar bagi produk karya anak bangsa.

“Semoga Indonesia tetap maju dan terus bangkit ekonominya,” ujar Habib Syech.

Kegiatan tersebut juga diisi tausyiah Prof. Dr. Syekh Muhammad Muhanna, Penasehat Grand Syeikh Al-Azhar Mesir, yang saat itu berada di Jawa Timur untuk menghadiri kegiatan di Pesantren Amanatul Ummah yang diasuh Prof. Dr. KH. Asep Syaifudin Halim.

Syekh Muhammad Muhanna mengapresiasi antusiasme Gubernur Khofifah dan masyarakat Jawa Timur yang berkumpul dalam suasana kebersamaan untuk melantunkan sholawat dan memanjatkan doa bagi Indonesia.

Ia menilai kegiatan menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI melalui dzikir dan sholawat memiliki pesan nasionalisme yang kuat. Menurut dia, momentum tersebut sekaligus menjadi bentuk penghormatan terhadap para pahlawan yang telah berjuang mempertahankan bangsa dan negara.

Syekh Muhammad Muhanna juga mengingatkan hubungan historis Indonesia dan Mesir dalam perjuangan diplomatik mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Mesir tercatat sebagai salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan Republik Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Syekh Muhammad Muhanna turut mendoakan agar masyarakat Indonesia senantiasa bersatu, memperoleh kesejahteraan, dan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.

Dzikir, sholawat, dan doa bersama di Grahadi dihadiri para tokoh agama, jajaran pemerintah daerah, Forkopimda, bupati dan wali kota se-Jawa Timur, serta masyarakat, termasuk Syekhermania.

Kehadiran masyarakat dalam jumlah besar menjadikan kegiatan tersebut bukan hanya sebagai rangkaian menyambut HUT ke-81 RI, tetapi juga simbol kebersamaan antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat.

Melalui momentum tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap semangat persatuan dan kesatuan semakin kuat. Nilai spiritual, nasionalisme, kepedulian terhadap ekonomi lokal, serta penghormatan kepada jasa para pahlawan diharapkan dapat menjadi bagian dari energi bersama untuk membangun Indonesia dan Jawa Timur yang lebih maju, sejahtera, damai, dan berdaya saing. (hdl)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |