Huawei Luncurkan Portofolio U6GHz di MWC 2026, Percepat 5G-A dan Buka Jalan Menuju 6G

1 day ago 11

Ringkasan Berita

  • Huawei meluncurkan portofolio lengkap U6GHz di MWC Barcelona 2026.
  • U6GHz dinilai krusial untuk pengembangan 5G-A dan transisi ke 6G.
  • Produk mencakup macro site, small cell, hingga perangkat microwave.
  • Dirancang mendukung lonjakan trafik akibat adopsi AI global.
  • Sudah siap untuk komersialisasi skala besar mulai 2026.

Jakarta (pilar.id) – Perusahaan teknologi global Huawei meluncurkan portofolio lengkap produk dan solusi U6GHz dalam ajang MWC Barcelona 2026 di Barcelona, Spanyol, 1 Maret 2026. Peluncuran ini ditujukan untuk memaksimalkan potensi 5G-Advanced (5G-A) sekaligus membuka jalan menuju evolusi 6G.

Portofolio tersebut dirancang untuk menghadirkan kapasitas besar, latensi rendah, dan pengalaman premium yang dibutuhkan di era mobile AI yang berkembang pesat.

Perkembangan kecerdasan buatan (AI) menjadi pendorong utama transformasi jaringan seluler global. Berdasarkan data IDC, pengguna aktif bulanan aplikasi AI telah melampaui 1 miliar secara global. Pengapalan smartphone berbasis AI bahkan telah menyentuh lebih dari 50% dari total perangkat baru.

Lonjakan ini berdampak langsung pada kebutuhan jaringan. Interaksi AI multimodal meningkatkan trafik uplink hingga tiga sampai lima kali lipat. Selain itu, kebutuhan pengambilan keputusan secara real-time menuntut latensi sangat rendah dan konektivitas yang andal.

Huawei menilai, tanpa peningkatan kapasitas spektrum dan optimalisasi arsitektur jaringan, operator akan kesulitan memenuhi kebutuhan era AI tersebut.

U6GHz Jadi Spektrum Kunci 5G-A

Pita frekuensi U6GHz kini diposisikan sebagai spektrum strategis untuk pengembangan 5G-A. Setelah World Radiocommunication Conference 2023 (WRC-23), pita ini ditetapkan sebagai salah satu band utama komunikasi seluler.

Sejumlah negara seperti Tiongkok, Uni Emirat Arab, Brasil, dan beberapa negara Eropa mulai mendorong identifikasi serta alokasi spektrum U6GHz. Perangkat pendukung seperti CPE dan smartphone U6GHz diproyeksikan mulai tersedia secara komersial pada 2026, membuka jalan menuju adopsi massal.

Teknologi AAU dan Small Cell Berkapasitas 100 Gbps

Dalam peluncurannya, Huawei menghadirkan produk Active Antenna Unit (AAU) U6GHz 256 TRX yang mengusung desain Extremely Large Antenna Array (ELAA). Teknologi ini dipadukan dengan algoritma beamforming cerdas hibrida digital-analog.

Dengan bandwidth ultra-lebar 400 MHz dan teknologi MU-MIMO resolusi tinggi, perangkat ini mampu menghadirkan kapasitas downlink hingga 100 Gbps dan uplink lebih dari 10 Gbps. Kecepatan pengalaman pengguna dapat mencapai 10 Gbps untuk downlink dan 1 Gbps untuk uplink.

Selain untuk area luar ruang, Huawei juga meluncurkan produk small cell U6GHz untuk kebutuhan dalam ruangan dengan tingkat kepadatan tinggi. Solusi ini mendukung integrasi seluruh pita sub-6 GHz untuk menjaga konsistensi pengalaman pengguna, baik indoor maupun outdoor.

Perkuat Infrastruktur Menuju 6G

Dari sisi transmisi, Huawei memperkenalkan perangkat microwave baru dengan teknologi full-duplex. Teknologi ini diklaim mampu meningkatkan kapasitas jaringan transport secara signifikan untuk memenuhi lonjakan trafik 5G-A, sekaligus membangun fondasi evolusi menuju 6G.

Huawei menyatakan seluruh portofolio U6GHz tersebut telah siap dikomersialisasikan. Perusahaan melihat U6GHz bukan hanya solusi atas tantangan kapasitas 5G-A, tetapi juga sebagai jembatan strategis menuju generasi jaringan berikutnya.

Momentum Baru Industri Telekomunikasi

Peluncuran ini menegaskan posisi Huawei dalam pengembangan teknologi jaringan generasi lanjut. Di tengah percepatan adopsi AI global, operator telekomunikasi dituntut menghadirkan konektivitas berkapasitas tinggi, latensi rendah, dan andal.

Dengan hadirnya portofolio U6GHz, Huawei berupaya membuka peluang komersial baru bagi operator sekaligus memperkuat fondasi konektivitas dunia cerdas di masa depan. (usm)

Read Entire Article
Bansos | Investasi | Papua | Pillar |